detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 07:45 WIB

Lakukan Illegal Fishing, Kapal Trawl Asal Malaysia Ditangkap di Selat Malaka

Andhika Prasetia - detikNews
Lakukan Illegal Fishing, Kapal Trawl Asal Malaysia Ditangkap di Selat Malaka Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 1 kapal perikanan asing berbendera Malaysia di Selat Malaka.Dok: KKP
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 1 kapal perikanan asing berbendera Malaysia di Selat Malaka. Empat orang diamankan.

"Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 03 yang dinakhodai Capt. Adriansyah Pamuji atas kecurigaan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6/2019).


Kapal tersebut ditangkap pada hari Selasa (18/6). Penangkapan atas kapal PKFA 7751 yang diawaki 4 (empat) orang berkewarganegaraan Myanmar ini dilakukan saat mereka sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa izin (illegal fishing) di perairan Selat Malaka, sekitar 1 mil laut masuk perairan Indonesia.
Kapal tersebut kapal asal Malaysia dan 4 orang diamankan.Kapal tersebut kapal asal Malaysia dan 4 orang diamankan. Foto: Dok: KKP
Saat ditangkap, kapal menggunakan alat tangkap terlarang trawl dan tidak mengibarkan bendera negara apa pun. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, diketahui bahwa kapal tersebut merupakan kapal asal Malaysia.


"Pelanggaran yang dilakukan oleh kapal tersebut adalah menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen perizinan dan menggunakan alat penangkapan ikan trawl," tutur Agus.

Kegiatan tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

"Selanjutnya, kapal dan seluruh awak kapal dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau dan akan dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan," kata Agus.

Penangkapan tersebut menambah jumlah KIA yang berhasil ditangkap KKP sejak Januari hingga Juni 2019 menjadi total 34 KIA, yang terdiri dari 15 kapal Vietnam, 15 kapal Malaysia, dan 4 kapal Filipina.
(dkp/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed