detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 14:26 WIB

Sidang Sengketa Pilpres

Tim Jokowi Jelaskan Gaji PNS hingga THR yang Diungkit Kubu Prabowo

Tim detikcom - detikNews
Tim Jokowi Jelaskan Gaji PNS hingga THR yang Diungkit Kubu Prabowo Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, saat sidang MK. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Jakarta - Tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan tidak ada penyalahgunaan anggaran belanja negara dan program pemerintah. Dalil kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno disebut tidak beralasan.

Tim Prabowo-Sandiaga sebelumnya mendalilkan 7 program pemerintah, yakni menaikkan gaji dan membayar rapelan gaji PNS, TNI, dan Polri; menjanjikan pembayaran gaji ke-13 dan THR lebih awal; menaikkan gaji perangkat desa; menaikkan dana kelurahan; mencairkan dana bansos.

Kemudian, menaikkan dan mempercepat penerimaan PKH (Program Keluarga Harapan) serta menyiapkan skema rumah DP 0% untuk ASN, TNI, dan Polri sebagai bagian dari kecurangan Pemilu TSM dan modus vote buying atau money politics.

"Bahwa secara umum program-program tersebut merupakan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan perintah UU. Di mana semua program tersebut dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam UU, khususnya UU tentang APBN. Adalah sesuatu yang tidak mungkin dan salah secara hukum jika program-program tersebut dilakukan tanpa adanya ketentuan alokasi dana yang telah tertuang dalam UU APBN. UU ini merupakan kesepakatan bersama antara Pemerintah dengan DPR selaku pembuat UU," papar tim hukum Jokowi, Luhut Pangaribuan, ketika memberikan jawaban (eksepsi) atas gugatan hasil Pilpres dalam sidang di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019).

Kedua, semua program tersebut menurut tim Jokowi dibuat dengan berdasarkan pada ketentuan hukum. Kenaikan gaji PNS, misalnya, ditetapkan berdasarkan PP No 15 Tahun 2019, gaji perangkat desa ditetapkan berdasarkan PP No 11 Tahun 2019, program PKH didasarkan pada Permensos No 10/2017 juncto Permensos No 1/2018.

Kemudian, program DP 0% bagi PNS, Polri, dan TNI, menurut tim Jokowi, merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi aparatur sipil negara. Sedangkan pembayaran gaji ke-13 dan THR, disebut tim Jokowi, merupakan program rutin tahunan yang tidak terkait dengan pemilu.

"Kebetulan pembayaran gaji ke-13 dan THR kali ini berdekatan dengan waktu pemilu dan faktanya tidak diberikan sekaligus. Berdasarkan uraian di atas, dalil pemohon tidak beralasan dan tidak memiliki korelasi dengan hasil perolehan suara pasangan calon dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019," kata tim hukum Jokowi.


Kapan Gaji Ke-13 PNS Cair? Ini Jawaban Sri Mulyani:

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)
FOKUS BERITA: Putusan MK Pilpres 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed