Syofwan dan Kurtubi Kaget, Bagaimana Aa Gym?
Selasa, 11 Okt 2005 11:43 WIB
Jakarta - Dua bintang iklan kenaikan harga BBM, Syofwan Karim Elha dan Kurtubi, mengaku kaget atas besarnya persentase kenaikan harga BBM. Meski terkejut dengan persentase kenaikan harga BBM yang selangit, keduanya tidak mempermasalahkan iklan yang dibintanginya. Bagaimana Aa Gym?Sedikitnya ada tiga tokoh yang menjadi bintang iklan kenaikan harga BBM Oktober 2005. Iklan ini dibuat oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) sebagai sarana sosialisasi agar masyarakat bisa memahami kenaikan harga BBM.Ketiga bintang iklan ini adalah Kurtubi (pengamat perminyakan), KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym (kiai/dai/pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid), dan Syofwan Karim Elha (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat/Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat). Iklan ketiganya hingga hari ini, Selasa (11/10/2005) masih ditayangkan di televisi dan diputar di radio.Iklan dengan menampilkan tiga tokoh itu sudah ditayangkan sejak kenaikan harga BBM di atas 100 persen diberlakukan pada 1 Oktober 2005 lalu. Tampilnya ketiga tokoh ini diharapkan bisa 'menyihir' masyarakat agar tidak menolak kenaikan harga BBM itu.Bagi orang awam, ketiga bintang iklan itu dinilai tentu telah mengetahui persentase kenaikan harga BBM yang selangit dan sudah memikirkan tentang dampak atas kenaikan harga BBM itu. Logikanya, bila tidak mengetahui persentase kenaikan harga BBM, untuk apa mereka berani menjadi bintang iklan. Apalagi, ketiganya adalah orang-orang yang berwawasan luas alias pintar.Tapi, tampaknya apa yang di benak masyarakat itu salah. Dari ketiga bintang iklan itu, baru Syofwan dan Kurtubi yang berhasil dihubungi detikcom. Keduanya, memberikan pernyataan yang mengejutkan. Sedangkan Aa Gym belum bisa dihubungi, karena masih melakukan umrah ke tanah suci.Syofwan bahkan mengaku tidak pernah dihubungi Depkominfo untuk menjadi bintang iklan kenaikan harga BBM. Bahkan, kepada detikcom, Selasa (11/10/2005), tokoh Sumatra Barat ini mengaku tidak mendapat honor sama sekali dari iklan tersebut.Menurut Syofwan, pernyataannya di iklan itu disampaikannya saat diwawancarai wartawan menjelang kenaikan harga BBM. "Kalau kemudian pernyataan saya itu dijadikan iklan, saya tidak tahu," kata Syofwan. Syofwan mengaku tidak mengetahui bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM hingga lebih 100 persen.Sementara Kurtubi mengaku pengambilan gambar iklan tersebut dilakukan beberapa hari sebelum kenaikan harga BBM. Karena itu, Kurtubi terkejut dengan kenaikan harga BBM yang sangat tinggi. "Prediksi saya, kenaikan harga BBM hanya 50 persen dan dilakukan secara bertahap," kata Kurtubi.Meski Syofwan dan Kurtubi mengaku terkejut dengan persentase kenaikan harga BBM, namun keduanya tidak akan mencabut iklan tersebut. Lantas, bagaimana Aa Gym? Kita tunggu komentar Aa Gym setelah pulang dari Mekah.
(asy/)











































