detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 12:07 WIB

Evaluasi Mudik 2019, Korlantas Soroti Penataan Jalan di Jawa Barat

Rolando - detikNews
Evaluasi Mudik 2019, Korlantas Soroti Penataan Jalan di Jawa Barat Kakorlantas Irjen Refdi Andri saat menggelar anev bersama seluruh dirlantas (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri menggelar kegiatan analisis dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat 2019 dengan seluruh Dirlantas se-Indonesia. Secara umum, Refdi mengatakan operasi ketupat tahun ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak.

"Hasil ini yang kita peroleh bukan hanya semata-mata pekerjaan kita hari ini. Pendahulu kita masing-masing instansi punya kontribusi yang besar juga karena melakukan sesuatu. Sudah menanamkan segala sesuatu pada masa lalu itu," ujar Refdi di Gedung NTMC Polri, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Jadi tidak tertutup hanya Mabes Polri dengan semua mitranya, tapi semua jajaran yang ada di provinsi, kabupaten, kota, Polda, pendahulunyalah berkontribusi besar. Karena bagaimana pun kalau kita lihat keselamatan lalu lintas, pekerjaannya itu bukan pekerjaan sekarang," imbuhnya.


Foto: Rolando/detikcom

Refdi mengklaim angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2019 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Refdi, itu menjadi acuan bagi pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik tahun depan.

"Mudah-mudahan, dengan kecelakaan lantas turun, hampir mendekati 65% dibanding tahun lalu termasuk yang luka berat, luka ringan, dan lain-lain ini mudah-mudahan menjadi acuan kita untuk bekerja lebih baik lagi," ucap Refdi.



Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin, mengatakan wilayah macet yang cukup menonjol saat mudik adalah wilayah selatan Jawa Barat. Dia pun menyarankan adanya penataan jalan yang lebih baik di daerah itu.

"Kemudian jalur macet paling menonjol adalah Gentong, Malangbong, rest area dan pertemuan arus tol," kata Benyamin.

"Evaluasi untuk Jawa Barat harus ada penataan lebih baik. Kalo tahun lalu komplain lebih sedikit di Malamgbong. Jadi harus ditata lebih baik di Limbangan dan Gentong," sambungnya.

Benyamin kemudian menjelaskan kecelakaan lalu lintas selama ini operasi ketupat tahun ini. Dia mencatat ini merupakan sejarah transportasi.

"Kecelakaan lalu lintas ini sepanjang sejarah transportasi ini turunnya sangat luar biasa sekali. Di tahun 2018 sebanyak 1593 kejadian, di tahun ini (2019) 550 kejadian. Ini turun 65 persen," jelasnya.

"Kemudian korban meninggal dunia di 2018 ada 358 korban jiwa. Sedangkan, di 2019 terdapat 133 korban meninggal dunia. Kalau kita lihat, ini mengalami penurunan sebesar 63%," imbuh Benyamin.
(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed