Tokoh Sumbar Mengaku Tak Tahu Jadi Tokoh Iklan BBM
Selasa, 11 Okt 2005 08:26 WIB
Padang -
Selain dai kondang Aa Gym dan pengamat perminyakan Kurtubi, iklan kenaikan harga BBM juga menampilkan Syofwan Karim Elha. Namun, tokoh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) ini mengaku tidak tahu statemennya yang pro-kenaikan harga BBM dijadikan iklan.Menurut Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumbar dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar ini, pernyataannya yang mendukung kenaikan harga BBM ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan wartawan alias sedang diwawancarai."Ada wartawan dari Jakarta menanyakan soal kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan saya menjawab dengan netral bahwa kenaikan harga BBM itu tidak dapat dielakkan. Jadi kalau kemudian itu menjadi iklan, saya tidak tahu. Sampai sekarang saya belum pernah melihatnya di televisi," kata Syofwan.Syofwan, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (11/10/2005), menjelaskan wawancara dilakukan sehari sebelum pengumuman kenaikan harga BBM pada 1 Oktober lalu. Karena itu Syofwan mengaku tidak tahu kalau kenaikan harga BBM itu mencapai rata-rata 128 persen."Oh, saya tidak kenaikan harga BBM itu berapa. Tapi masyarakat kan sudah ribu-ribut. Jadi ungkapan saya itu untuk menenangkan masyarakat dengan menyebutkan apa yang sebenarnya (kenaikan tidak dapat dihindarkan)," jelasnya.Syofwan menegaskan tidak ada yang mensponsorinya untuk membuat pernyataan yang pro-kenaikan harga BBM. Syofwan juga mengaku tidak menerima bayaran sepeserpun dari wawancara yang kemudian diambil untuk iklan layanan masyarakat yang menyuarakan pemerintah tersebut.Walau tidak tahu pendapatnya dikutip sebagai iklan, Syofwan tidak menyesalinya. "Kalau kemudian hasil wawancara saya dengan wartawan menjadi potongan iklan di televisi, itu kepintaran wartawan. Tapi saya bertanggung jawab dengan statemen yang saya ungkapkan."Sementara mengenai pro dan kotra di masyarakat terkait tayangan iklan tersebut, terutama di kalangan masyarakat Sumbar, Syofwan menganggapnya sebagai hal biasa. Ini merupakan reaksi normal masyarakat atas beban ekonomi yang semakin menyempit.Tampilnya Syofwan Karim Elha dalam tayangan iklan layanan masyarakat yang menyuarakan pemerintah itu memang jadi pergunjingan di kalangan masyarakat Sumbar, atau Padang pada khususnnya. Sikap Syofwan dinilai tidak tepat dan melukai masyarakat kecil yang beban hidupnya kian berat gara-gara kenaikan harga BBM.Menurut pengamatan detikcom, yang beberapa kali melihat tayangan iklan kenaikan harga BBM di beberapa stasiun televisi, penampilan Syofwan tidak seperti tokoh yang sedang diwawancara. Pengambilan gambar tampak seperti memang dirancang untuk iklan. Syofwan diambil gambarnya dalam posisi berdiri. Kemudian, dengan mengangkat tangan dan ekspresi yang berusaha meyakinkan masyarakat, intelektual dan tokoh masyarakat Sumbar ini menyampaikan pendapatnya betapa kenaikan harga BBM memang tidak bisa dihindari.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































