"Sehari dapat 7 atau 6 (motor), sudah setahun lah kurang lebih, seinget saya ada ratusan (motor) lebih pak," jawab salah satu pelaku bernama Hengki saat jumpa pers di RS Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).
Argo menjelaskan para pelaku bersenjata ini dikenal sadis. Mereka juga tidak segan-segan melukai korbannya jika merasa terhambat ketika melancarkan aksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Argo juga mengungkap para tersangka ini mendapatkan senjata api di Lampung. Bahkan, sebut Argo, mereka juga sempat menembakkan senjata api itu saat lebaran kemarin.
"Ini yang punya kan kaptennya. Dia belinya juga dari Lampung. Ini juga ada lima butir peluru selongsongan informasinya kemarin lebaran karena ada petasan di sana dia ikut ikutan bunyikan tembak ke atas biar dikira petasan, menurut pengakuan saksi saksi," ungkapnya.
Selain Hengki, polisi juga menangkap Agus dan Junaidi. Namun Agus tewas tertembak polisi karena melawan saat hendak dilakukan pengembangan.
(mea/mea)











































