Cegah Terorisme, Pemerintah Harus Cari Alternatif Selain Koter
Selasa, 11 Okt 2005 00:34 WIB
Jakarta - Penolakan terhadap rencana pemberlakukan komando teritorial (koter) oleh TNI terus berdatangan. Kali ini penolakan itu datang dari pengamat sosial politik Bachtiar Effendy yang menilai pengaktifan koter hanya menimbulkan dampak seperti masa lalu. "Pemerintah harus mencari alternatif lain selain koter dalam upaya pencegahan terorisme," kata Bachtiar Effendy usai jumpa pers satu tahun kinerja SBY-JK di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (10/102005). Menurut Bachtiar yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah mengimbau masyarakat untuk mengamati bersama-sama dan mereformasi kepolisian sebagai upaya pencegahan tersebut. "Ini hal yang realistis untuk dilakukan daripada menghidupkan koter," urainya. Bachtiar juga menilai, saat ini aparat kepolisian juga belum bertindak secara maksimal dalam usaha memberantas maksimal secara 100 persen. "Sebenarnya reformasi kepolisian jauh lebih efektif dibanding dengan memobilisasi institusi TNI," papar pria berkacamata ini. Bachtiar juga menolak isu yang mengkaitkan pengaktifan koter ini sebagai upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memperkuat jaringannya hinga ke tingkat desa. "Saya rasa itu tidak mungkin. Karena menghidupkan koter mempunyai implikasi sosial dan politik seperti situasi lama. Lagi pula masyarakat juga masih belum melupakan dampak negatif dari pelaksanaan koter dimasa lalu," demikian Bachtiar Effendy.
(gtp/)











































