Pengucuran Dana Kompensasi BBM Terlambat Empat Minggu
Senin, 10 Okt 2005 21:47 WIB
Jakarta -
Terjadinya berbagai penyimpangan dalam penyaluran dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) diakui pemerintah. Akibatnya, pengucuran dana kompensasi BBM akan mengalami keterlambatan sekitar empat minggu. "Ini ada keterlambatan empat minggu. Jadi, akhir November baru akan selesai," kata Menko Kesra Alwi Shihab usai mengumumkan kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (10/10/2005).Terkait banyaknya laporan tentang ketidaktepatan penyaluran dana kompensasi BBM, pemerintah sudah membuka pos pengaduan. Tapi, pengaduan itu dibatasi hingga 31 Oktober mendatang. "Pada saat itu, pemerintah akan menerima protes dari masyarakat yang terlewatkan," janji Alwi. Pemerintah mengakui telah terjadi penyaluran dana kompensasi BBM yang salah sasaran di berbagai tempat. Tapi, menurut Alwi, secara keseluruhan jumlah penyimpangan penerima dana kompensasi BBM tidak lebih dari 10 persen. "Tapi itu tetap harus kita selesaikan," lanjut Alwi. Bagaimana kalau dana kompensasi BBM itu sudah jatuh ke tangan yang tidak berhak? "Ya sudah diikhlaskan saja. Nanti, tiga bulan yang akan datang baru namanya dicoret. Itu adalah kekeliruan yang harus kita bayar," papar Alwi. Seperti diberitakan, penyimpangan penerima dana kompensasi terjadi di berbagai tempat. Di Pekanbaru, seseorang yang mengaku miskin mengambil dana kompensasi BBM menggunakan mobil pribadi. Seorang kepala desa di Tangerang, menyunat dana kompensasi BBM sebesar Rp 50 ribu. Parahnya lagi, sekitar 300-an warga miskin di Yogyakarta tidak menerima dana kompensasi BBM itu.
(ism/)










































