Rapor Merah untuk Tim Ekonomi

Rapor Merah untuk Tim Ekonomi

- detikNews
Senin, 10 Okt 2005 20:36 WIB
Jakarta - Tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu kembali menuai kritikan. Para ekonom yang tergabung dalam Indonesia Bangkit memberikan rapor merah bagi tim ekonomi karena kinerjanya yang jauh dari mengesankan.Penilaian para ekonom Indonesia Bersatu dalam diskusi evaluasi kinerja kabinet pemerintahan Presiden SBY di sebuah rumah makan di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2005).Menurut managing director Econit, Hendri Saparini, rapor merah diberikan karena kelemahan tim ekonomi mendasar, yaitu kompetensi yang rendah. Sehingga tim ekonomi melahirkan kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.Dijelaskan, pengangguran terbuka meningkat dari 9,9 persen pada Agustus 2005 menjadi 10,3 persen pada Februari 2005. Kemiskinan meningkat dari sekitar 36 juta orang pada November 2004 menjadi sekitar 40 juta pada Agustus 2005.Tim ekonomi juga memiliki koordinasi yang lemah. "Mereka sering memberi pernyataan yang saling berbeda dan membingungkan pasar," jelas Hendri. Pengamat ekonomi Indef, Fadhil Hasan, menambahkan konsekuensi dari rapor merah ini adalah reshuflle kabinet. "Pertanyaannya sekarang bukan perlu atau tidak tetapi kapan," ujarnya.Fadhil melihat kenaikan harga minyak dunia hanya merupakan pemicu dari permasalahan ekonomi yang sudah ada dan tidak mampu dikelola oleh tim ekonomi. Reshuffle kabinet ini, tambah Wakil Ketua Fraksi PAN Dradjat Hari Wibowo, harusnya diikuti juga dengan mengganti arah kebijakan ekonomi yang selama ini hanya mengikuti pakem IMF dan Bank Dunia.Menurut Dradjat, Malaysia, Argentina, dan Rusia adalah negara-negara yang berhasil lepas dari pakem klasik ini. "Pakem kebijakan ini harus pro dengan ekonomi domestik."Kebijakan itu misalnya penggunaan APBN untuk kampanye penggunaan barang produksi dalam negeri. Mengendalikan sektor otomotif dengan menaikkan pajak kendaraan bermotor ketimbang menaikkan harga BBM. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads