Kualitas Raskin Jelek, DPRD Jateng Panggil Bulog
Senin, 10 Okt 2005 16:32 WIB
Semarang - Berdasarkan laporan masyarakat di beberapa daerah, kualitas raskin (beras untuk rakyat miskin) jauh di bawah standar. Untuk mengklarifikasi hal itu, DPRD Jateng memanggil Bulog."Ada beberapa daerah yang menerima beras yang hancur. Ini tidak layak dikonsumsi," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Agus Abdulatif di kantornya, Jl. Pahlawan, Semarang, Senin (10/10/2005).Agus menjelaskan, DPRD FPKS di enam daerah yakni, Sukoharjo, Banjarnegara, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Temanggung, dan Purworejo, telah mengirim sampel raskin di daerahnya. Hasilnya, di tiga daerah, kualitas raskinnya jelek.Tiga daerah yang dimaksud adalah Sukoharjo, Karanganyar, dan Kabupaten Semarang. "Di Kabupaten Semarang paling parah. Berasnya seperti menir (beras kecil-kecil yang biasa dipakai sebagai makanan ayam)," tandasnya.Atas laporan ini, Komisi B DPRD Jateng akan memanggil Bulog pada Rabu (12/10). Dalam pemanggilan itu, DPRD akan minta Bulog lebih berhati-hati dalam mendistribusikan raskin."Secara teori, raskin yang kualitasnya sangat jelek ini bisa dikembalikan ke Bulog. Tapi praktiknya, masyarakat masih menerimanya," jelasnya.Karena tidak tahu cara mengembalikan raskin ke Bulog, lanjut Agus, biasanya masyarakat menjual lagi beras tersebut. Sehingga beras kualitas rendah itu hanya berputar saja di masyarakat.
(nrl/)











































