detikNews
Kamis 13 Juni 2019, 14:15 WIB

Teori Konspirasi Illuminati Populer Berkat Majalah Playboy

Danu Damarjati - detikNews
Teori Konspirasi Illuminati Populer Berkat Majalah Playboy Gambar ilustrasi 'Illuminatus! The Trilogy' (The Robert Anton Wilson Website)
Jakarta - Orang-orang terobsesi dengan teori konspirasi Illuminati. Muncul kepercayaan, ada kelompok rahasia yang taat dengan nilai jahat dan membuat kekacauan di seantero dunia. Teori konspirasi Illuminati ini populer berkat konspirasi juga, yakni konspirasi editor majalah pria dewasa: Playboy.

Kelompok rahasia Illuminati memang benar ada di Abad 18. Kelompok ini didirikan profesor muda bernama Adam Weishaupt di Ingolstadt (sekarang Jerman). Awalnya, kelompok yang didirikan Adam adalah kelompok baca rahasia. Kenapa rahasia? Karena pada zaman itu, rezim Jesuit Katholik mereka nilai telah mengekang kebebasan intelektual, maka aktivitas kaum cendekiawan juga harus digelar secara sembunyi-sembunyi.

Pada 1784, aktivitas kelompok cendekiawan 'underground' ini terbongkar. Adam lari ke kota kecil di Thuringia. Illuminati saat itu telah menyebar ke kawasan-kawasan berbahasa Jerman. Anggotanya adalah orang-orang berpengaruh, birokrat, dan akademisi. Demikian sejarawan Universitas Innsbruck, Reinhard Markner menjelaskan, dilansir The Local, Kamis (13/6/2019).


Illuminati muncul saat Era Pencerahan (Aufklarung), saat masyarakat sedang gandrung dengan ilmu pengetahuan dan penalaran ketimbang agama. Mereka berkumpul, berdiskusi, mendorong anggotanya untuk mengisi posisi penting di masyarakat, dan merekrut anggota. Masing-masing anggotanya punya nama julukan. Anggota bertambah banyak berkat masuknya anggota Freemason bernama Adolph Freiherr Kneigge. Penyair kenamaan Johann Wolfgang von Goethe juga disebut merupakan anggota Freemason era itu.

Pada perkembangan selanjutnya, Weishaupt dan Kneigge kian cenderung mengedepankan aspek ritual ketimbang aktivitas pencerahan intelektual-ilmiah. Kneigge yang merupakan orang Freemason itu kemudian memutuskan hengkang dari Illuminati, banyak pengikut Kneigge juga angkat kaki. Weishaupt mendukung aneksasi Austria atas Bavaria, dan kelompok di Bavaria tahu itu. Akhirnya Weishaupt dan Illuminati diburu. Illuminati bubar jalan pada 1788.

Itu adalah cerita soal Illuminati klasik. Lalu bagaimana kelompok itu menjadi buah bibir di abad modern?

Dilansir BBC Future dari tulisan 'Penemuan kebetulan teori konspirasi Illuminati', Illuminati yang disebut-sebut dalam teori konspirasi saat ini hampir tak berkaitan dengan kelompok Bavaria di atas. Teori konspirasi tentang Illuminati baru muncul pada era 1960-an, di Amerika Serikat. Sebagaimana diketahui, era itu diwarnai dengan gaya hidup antikemapanan, hippies, rock and roll, dan penggunaan LSD pada muda-mudi Negeri Paman Sam.


Dalam suasana '60-an, muncul buku Principia Discordia karya Greg Hill dan Kerry Wendell Thornley, mereka menggunakan nama pena yang imajinatif, yakni Malaclypse The Younger dan Lord Omar Khayyam Ravenhurst. Buku itu menjadi kitab suci agama parodi bernama Discordianisme, penyembah Eris Sang Dewi Kekacauan ('discord' dalam Bahasa Inggris berarti 'perpecahan'). Gerakan Discordia ingin membuat kekacauan, lawakan, dan hoax. Meskipun ini semua adalah lucu-lucuan satir, namun ada juga yang terlalu serius membacanya.

Teori Konspirasi Illuminati Populer Berkat Majalah PlayboyIlustrasi Majalah Playboy (Andhika Akbariansyah/detikcom)

Salah satu pengarang Principia Discordia, yakni Thornley, kemudian berkomplot dengan Robert Anton Wilson, pria yang bekerja sebagai associate editor di Majalah Playboy. Mereka berdua berpendapat dunia sekarang ini terlalu otoriter, kelewat ketat, dan sangat dikontrol. Mereka ingin membuat kebebasan dan kekacauan di masyarakat. Caranya adalah dengan menyebarkan disinformasi dan misinformasi via media arus utama dan budaya tandingan.

Dimulailah konspirasi Thornley dan Wilson. Mereka mengirim surat pembaca palsu sekadar untuk memunculkan isu adanya Illuminati, organisasi elite rahasia. Supaya isunya lebih ramai bergulir, mereka juga pura-pura membuat surat kontra-Illuminati dan mengirimkannya ke Playboy. Teori konspirasi Illuminati kemudian sukses menggelinding ke mana-mana.


Mitos baru tentang Illuminati semakin gencar tersebar. Wilson dan rekan sekantornya di Playboy, namanya Robert Shea, kemudian membikin novel trilogi bertajuk 'Illuminatus!'. Isinya adalah mengulas isu-isu era itu, termasuk pembunuhan Presiden John F Kennedy, dan mengaitkannya dengan ulah Illuminati.

Mitos modern itu menyebar lewat media-media konvensional era '60-an, termasuk zine cetak. Namun di era milenium, penyebaran teori konspirasi itu semakin gencar lewat internet. BBC menyebut 4chan dan Reddit sebagai contoh situs web yang paling berjasa mempopulerkan teori konspirasi Illuminati. Seiring berkembangnya kedewasaan warganet, internet juga bisa menjadi alat bongkar mitos modern Illuminati lewat pencarian kebenaran dan fakta.



Tonton video Ridwan Kamil & Rahmat Baequni Bahas Kontroversi Masjid Al Safar:

[Gambas:Video 20detik]


Teori Konspirasi Illuminati Populer Berkat Majalah Playboy

(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed