RSPI Sulianti Pulangkan 7 Pasien Suspect Flu Burung

RSPI Sulianti Pulangkan 7 Pasien Suspect Flu Burung

- detikNews
Senin, 10 Okt 2005 15:01 WIB
Jakarta - Tujuh pasien Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso akhirnya diperbolehkan pulang. Mereka dinyatakan bebas dari virus flu burung."Hari ini kita akan pulangkan 7 pasien. Hasil tes Litbangkes Depkes RI menunjukkan PCR dan serologinya negatif," ungkap Kepala Informasi dan Surveillance KLB Flu Burung dokter Ilham Patu kepada wartawan di RS yang berlokasi di Jalan Sunter Baru, Jakarta, Senin (10/10/2005).Ketujuh pasien yang diperbolehkan pulang adalah Hari Ramadhan (22), Sulistyaning Cahya (2 tahun 5 bulan), Bilki Widiyani (1), Fauzan Thoriq (8), Naswan (3 tahun 5 bulan), Ni Made (10), dan Arif (10).Dengan pulangnya 7 pasien tersebut, pasien suspect flu burung yang kini masih dirawat di rumah sakit tersebut tinggal 8 orang yangterdiri dari lima anak-anak dan tiga pasien dewasa.Pasien yang dirawat di ruang isolasi Mawar adalah Ageng (2), Iis (5), M Ruben (5 bulan), dan Fikri Yandika (3). Sedangkan empat pasien lain yang dirawat di ruang isolasi Cempaka adalah Mutiara Gayatri (7), Ahmad Zaenuddin (23), Herman (24), dan Umi (36)."Kemungkinan tidak lama lagi semua pasien bisa pulang, karena kondisinya semua stabil. Suhu tubuhnya rata-rata di bawah 37 derajat Celcius. Tapi kita masih menunggu hasil Litbangkes," ungkap Ilham.Kepulangan 7 pasien suspect flu burung terseut disambut gembira keluarganya. Rasa lega terlihat di wajah Andi (27), orang tua Naswan. "Saya senang anak saya dinyatakan negatif flu burung," ungkap Andi.Putera kesayangannya, lanjut Andi, ternyata terkena campak dan flek di paru-parunya. Saat baru masuk ke RSPI Sulianti pada 3 Oktober 2005 lalu, anaknya mengalami panas tinggi ditambah batuk-batuk. "Waktu itu kita takut sekali, makanya langsung dibawa ke sini," katanya.Rasa lega juga tidak bisa disembunyikan Winarti (34), ibunda Fauzan Thoriq. Meski suhu tubuhnya sempat mencapai 38 derajat Celcius, dari hasil pemeriksaan dan penelitian ternyata Fauzan hanya menderita batuk biasa. "Awalnya memang panas dan batuk selama satu minggu, tapi kita khawatir karena sebelumnya sempat mengunjungi Kebun Binatang Ragunan," kata Winarti. Seperti halnya Naswan, Fauzan juga dirawat di RSPI Sulianti sejak 3 Oktober. (umi/)


Berita Terkait