Koter Diaktifkan Bukti SBY Panik Hadapi Teror

Koter Diaktifkan Bukti SBY Panik Hadapi Teror

- detikNews
Senin, 10 Okt 2005 14:35 WIB
Jakarta - Penentangan terhadap rencana pengaktifan komando teritorial (koter) tidak juga berhenti. Wacana mengaktifkan koter dinilai sebagai bukti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono panik menghadapi teroris."Ide ini hanya sikap romantisme SBY," kata anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandie kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (10/10/2005).Sejauh ini, koter masih belum perlu diaktifkan. Sebab, maraknya aksi terorisme muncul karena kinerja intelijen untuk menangkal peristiwa itu sangat lemah. "Ini hanya karena kurang tanggapnya pimpinan TNI dalam menghadapi terorisme," tambahnya.Yuddy melihat ada gejala ketidakpercayaan polisi terhadap TNI dalam mengatasi teror. Padahal, dalam UU 34/2004 jelas mengatur keterlibatan TNI dalam mengantisipasi teroris. "Kok malah polisi Australia yang membantu polisi menyelidiki bom di Bali," kritiknya.Ia mengusulkan agar pemerintah membenahi kerja badan intelijen yang ada di Indonesia. "Yang harus diaktifkan kembali justru kerja intelijen, bukan koter. Dan TNI tidak perlu payung hukum lagi untuk atasi teroris," cetus Yuddy.Pascaledakan bom Bali II, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan fungsi koter mulai dari tingkat Kodam hingga Koramil akan kembali dihidupkan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tindakan teroris yang makin marak. (ton/)



Berita Terkait