Sutiyoso Bersin-Bersin Sidak Pasar Tradisional
Senin, 10 Okt 2005 14:04 WIB
Jakarta - Harga sembako yang meroket membuat Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso turun tangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Cipinang, dan Pasar Jatinegara yang menjadi sasaran kunjungan Sutiyoso. Saat kaki menginjakkan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/10/2005), pukul 13.00 WIB, Sutiyoso langsung bergegas menuju kios pedagang cabai yang cukup luas. Rempah satu ini memang tengah naik daun karena harganya selangit. Bahkan mencapai Rp 30 ribu per kilogram.Bau pedas pun menyengat hidung. Haaatttzziii, haaatttzziii! Orang nomor satu di Jakarta itu pun bersin-bersin, sambil disertai batuk-batuk.Aroma pedasnya cabai juga menggelitik hidung pejabat Pemprov DKI yang mengawal Sutiyoso. Bak koor, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta Ade Soeharsono, Dirut PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman, dan Asisten Perekonomian Pemprov DKI Jakarta Deden Supriyadi, terlihat kompak bersin-bersin. Wartawan yang turut meliput, juga jadi korban. Maklum, nyaris satu lantai isinya pedagang cabai.Meski terus bersin dan batuk, Sutiyoso menanyakan harga cabai super pada seorang pedagang. "Ini harganya dari Rp 16 ribu menjadi 20 ribu. Kenaikan 30 persen," Suhardi (39), pegadang rempah nan pedas itu.Melihat gelagat sang bos yang terus menerus bersin, anak buahnya langsung berisiatif memberikan masker penutup mulut, 15 menit kemudian. Sutiyoso selanjutnya menyambangi pedagang bawang putih. Penjual menaikkan harga dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.200. Sedangkan harga tomat naik dari Rp 700 menjadi Rp 1.500 per kilo."Kenaikan masih stabil dan wajar karena puasa. Kenaikan harga cabai karena tidak ada pemetikan cabai. Kita akan terus memonitor harga," kata Sutiyoso di balik masker putihnya.Sidak dilanjutkan ke Pasar Induk Cipinang. Sutiyoso pun menuju pedagang beras. "Beras IR 1 saya jual Rp 3.600 per kilo," kata Maryono, salah seorang pedagang.Belanja BelutSelanjutnya, rombongan menuju Pasar Jatinegara. Di pasar ini, Sutiyoso sempat berburu menu kesukaannya, yakni belut. "Saya beli sekilo. Ini kan gizinya tinggi sekali," kata Sutiyoso sambil menyerahkan uang lembaran Rp 50 ribu."Harganya Rp 25 ribu per kilo," jawab pedagang sambil menyerahkan uang kembalian. Namun uang kembalian itu ditampik Sutiyoso. "Tambahi beberapa lele saja," ujar seorang pengawal Sutiyoso.Sedangkan harga daging naik menjadi Rp 50 ribu per kilo. "Sebelum kenaikan BBM harganya Rp 45 ribu. Pembelinya berkurang, Pak," keluh Suheri (45), pedagang daging.Hujan deras mengakhiri tur Sutiyoso ini. Rombongan bergegas meninggalkan lokasi. Haaatttzziii, haaatttzziii!
(aan/)











































