Mahasiswa Datangi DPR, Desak Interpelasi BBM
Senin, 10 Okt 2005 13:36 WIB
Jakarta - Keinginan mahasiswa agar DPR ikut turun tangan membatalkan kenaikan harga BBM sudah tidak terbentung lagi. Tergabung dalam Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI), Senin ini, mereka mendatangi satu per satu fraksi di DPR.Mereka mendesak anggota dewan mengajukan hak interpelasi agar pemerintah membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM yang dinilai tidak masuk akal itu."Pemerintah harus memperhatikan aspirasi rakyat yang keberatan dengan kenaikan harga BBM. Kami meminta dan mendukung penggunaan hak interpelasi agar harga BBM bisa diturunkan," tegas Ketua Ikatan Pelajar NU yang tergabung dalam FKPI, Idy Muzayat, dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (10/10/2005).Selain itu, FKPI juga menuntut pemerintah bersikap lebih kreatif untuk menutup defisit anggaran selain mencabut subsisid BBM. Pemerintah harus bisa memanfaatkan pendapatan negara sektor lainnya. Jika pemerintah tidak mendengarkan aspirasi rakyat, FKPI mendesak rakyat agar mencabut mandatnya yang telah diberikan kepada SBY-JK.Jika pemerintah tetap ngotot dengan kebijakannya itu, FKPI tidak segan-segan menggalang seluruh kekuatan masyarakat untuk melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM dan kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat. "Kita akan lawan kebijakan ini dengan cara apa pun," kata Ade dari PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.Setelah bertemu FPAN, FKPI kini tengah bertemu dengan FPDIP. Rencananya pukul 15.00 WIB mereka akan bertemu FKB. Mengenai hasil pertemuan dengan FPAN, Idy mengungkapkan, sejauh ini FPAN tidak menyampaikan sikapnya atas desakan penggunaan hak interpelasi tersebut.
(umi/)











































