DetikNews
Rabu 12 Juni 2019, 17:37 WIB

Dilirik Jadi Menteri, Ketum Hipmi: Jangan Berandai-andai, Saya dari Kampung

Andhika Prasetia - detikNews
Dilirik Jadi Menteri, Ketum Hipmi: Jangan Berandai-andai, Saya dari Kampung Foto: Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia dilirik Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi menterinya. Bahlil enggan berandai-andai soal peluang tersebut.

"Jangan kita berandai-andailah, kalau saya kan orang dari kampung. Dari Papua datang berproses melakukan yang terbaik aja, saya nggak mau berandai-andai," kata Bahlil setelah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).


Jokowi menyebut Bahlil cocok sebagai menteri dalam acara buka puasa bersama Hipmi. Dalam konteks tersebut, Bahlil menganggap Jokowi sebagai kakaknya di Hipmi.

"Kalau kita gini itu kan yang disampaikan pak presiden itu kan dalam acara keluarga Hipmi, kebetulan Pak Presiden adalah senior kami di Hipmi, ya biasa ajalah. Biasa aja hubungan abang-adik itu. Dinamika," ujarnya.

Bahlil, yang juga masuk susunan TKN Jokowi-Ma'ruf, mengaku ia dan timses sudah menjalankan tugas memenangkan Jokowi. Ia menyebut posisi menteri adalah hak prerogatif Jokowi.

"Itu yang bisa tahu hati pak presiden itu pak presiden dan Allah SWT. Kita nggak masuk pada ruang itu. Itu hak prerogatif pak presiden," sebutnya.


Sebelumnya, Jokowi menyebut peluang Bahlil menjadi menteri terbuka lebar. Bahkan Jokowi menyebut Bahlil sangat berpotensi.

"Salah dua sudah masuk, kemampuan manajerial, kemampuan mengeksekusi saya lihat sudah memiliki," kata Jokowi saat ditanya wartawan setelah menghadiri acara buka puasa bersama dengan Hipmi di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5).
(dkp/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed