Bulan Puasa, Unjuk Rasa Mahasiswa Ikut Istirahat
Senin, 10 Okt 2005 12:35 WIB
Makassar - Tiada hari tanpa unjuk rasa. Begitulah yang terjadi di Makassar. Selalu saja ada persoalan yang menjadi pemicu buat para mahasiswa atau LSM untuk menggelar demonstrasi di sejumlah institusi pemerintah. Namun itu kalau hari biasa. 6 Hari memasuki bulan Ramadhan, aktivitas para aktivis ini pun ikut lenyap. Jalan-jalan yang biasanya macet yang disebabkan oleh para pengunjuk rasa, terlihat lengang. Misalnya saja di Jl Urip Sumohardjo yang kini sepi. Kendaraan pun bebas melaju kencang tanpa ada hambatan yang berarti. Padahal, biasanya jalan ini selalu saja macet. Pasalnya, puluhan atau ratusan pengunjuk rasa yang selalu melakukan long march menuju DPRD Sulsel pasti melewati jalan ini. "Ada bagusnya juga demo tidak ada di bulan puasa. Seandainya masih ada unjuk rasa, pasti semakin kurang setoran. Selain sering macet, juga tambah banyak penumpang yang mengurangi aktivitasnya," ujar Anwar, salah seorang sopir pete-pete trayek Makassar Mall- Daya, yang tiap harinya melewati Jl Urip Sumohardjo. Bukan hanya di jalan-jalan, di institusi-insitusi pemerintah yang seringkali menjadi target para pendemo juga tampak sepi. "Lain juga rasanya tiba-tiba DPRD agak sepi. Padahal biasanya, kalau sudah pukul 10.00, sudah mulai ada suara yang teriak-teriak berorasi di teras depan," ujar Mansur, salah seorang pamong praja di DPRD Sulsel. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah kampus di Makassar. Jikalau biasanya mahasiswa di Makassar getol melakukan pembakaran ban bekas sambil melakukan orasi, kini nampak tak kelihatan lagi. Kurang StrategisSementara itu, Herdiansyah, salah seorang aktivis mahasiswa yang sering menggelar unjuk rasa menganggap kurangnya aksi turun ke jalan karena momen saat ini kurang strategis. "Kami lihat momen juga. Sekarang kurang strategis. Juga untuk menghormati bulan Ramadan," ujarnya. Menurut Herdiansyah yang kerap dipanggil Castro ini, tak ada salahnya jiakalau bulan ini dijadikan ajang untuk introspeksi. "Kita cooling down dulu, instrospeksi dulu, sambil memperkuat kajian ke dalam. Mungkin lebih banyak melakukan diskusi-diskusi internal untuk membahas persoalan persoalan yang terjadi. Lepas Ramadan, nanti kita siap turun dengan isu yang lebih cerdas," ungkapnya.
(nrl/)











































