detikNews
Selasa 11 Juni 2019, 17:04 WIB

Polisi Ringkus Pencoret Gambar Kemaluan di Masjid Cilandak

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Polisi Ringkus Pencoret Gambar Kemaluan di Masjid Cilandak Foto: Pelaku vandalisme di masjid di Cilandak (Jefrie NS/detikcom)
Jakarta - Seorang pria misterius melakukan aksi vandalisme di Masjid Jami Al-Hikmah dan Masjid Nurul Falah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada April 2019 lalu. Polisi telah meringkus pelaku.

"Pelaku melakukan pencoretan di dua masjid, di wilayah Cilandak, yaitu Masjid Nurul Falah dan Masjid Al Hikmah. Ada dua masjid yang waktu itu dicoret oleh pelaku dengan gambar menyerupai gambar kemaluan laki-laki," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).


"Akhirnya tanggal 1 Juni kemarin ditemukan bahwa pelaku adalah benar atas nama DJF alias Dimas, Usianya 35 tahun, Pekerjaan dia masih pengangguran," sambungnya.

Indra mengatakan,Dimas diringkus polisi pada Sabtu (1/6) lalu sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah Karang Tengah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam jumpa pers DFJ dihadirkan mengenakan baju tahanan warna oranye dan sebo warna hitam yang menutupi wajahnya.

Kombes Indra mengatakan, Dimas adalah pelaku vandalisme di Masjid Jami Al Hikmah dan Masjid Nurul Falah pada 18 April 2019 sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, tersangka melakukan aksinya dengan cara menyemprotkan cairan pilox warna merah ke dinding tembok dan tiang masjid membentuk gambar menyerupai kemaluan pria.

Lanjut Kombes Indra, Dimas melakukan aksinya seorang diri. Diketahui sebelum beraksi mencoret masjid, Dimas sempat bertengkar dengan bapaknya. Dimas kesal lalu pergi mengendarai sepeda motor.


Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan atas kondisi kejiwaan tersangka di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Dari tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah cat semprot, jaket, helm, hingga satu unit sepeda motor warna abu-abu hitam.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal 156a KUHP dan atau pasal 156 KUHP dan atau pasal 157 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed