Pura-pura Jadi Penumpang, Pegawai Dishub Sidak Terminal
Senin, 10 Okt 2005 11:18 WIB
Jakarta - Tak hanya intelijen dan polisi saja yang melakukan penyamaran untuk menyukseskan tugasnya. Pegawai Dinas Perhubungan pun melakukan hal serupa. Penyamaran dilakukan pegawai Dishub untuk mengecek ada tidaknya penyimpangan tarif. Kepala Sub Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Tanwir Paray menyatakan, penyamaran sengaja dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Selain itu juga untuk mendapatkan fakta yang benar di lapangan. Maklumlah tak jarang laporan yang masuk ke Dishub hanya laporan ABS alias asal bapak senang. "Kita biasanya menggunakan pakaian preman dan berpura-pura menjadi penumpang untuk mengetahui ada penyimpangan tarif atau tidak," kata Tanwir saat ditemui detikcom dan seorang wartawan TV di Kantor Subdinhub Jakarta Pusat, Senen, Jakarta, Senin (10/10/2005). Bila dalam aksi intelijen kecil-kecilan itu pegawai Dishub menemukan pelanggaran, sanksi tegas akan langsung dijatuhkan kepada sopir angkutan. Sanksinya adalah ditilang atau angkutan umum itu dikandangkan alias tidak boleh jalan lagi. Penyamaran itu, kata Tanwir, telah memberikan hasil. Telah ada angkutan yang dikandangkan ataupun sopir yang ditilang. Tapi berapa jumlahnya, Tanwir belum bisa memerinci. "Kita belum ada data lengkap," kilah Tanwir.
(iy/)











































