PD Usul Bubarkan Koalisi, TKN Sindir Elite yang Tak Siap Terima Hasil Pilpres

PD Usul Bubarkan Koalisi, TKN Sindir Elite yang Tak Siap Terima Hasil Pilpres

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 10 Jun 2019 10:50 WIB
PD Usul Bubarkan Koalisi, TKN Sindir Elite yang Tak Siap Terima Hasil Pilpres
Jokowi dan elite TKN (Dok. Istimewa)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik menganjurkan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) membubarkan koalisi masing-masing. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tak setuju membubarkan koalisi karena, setelah hasil pilpres ditetapkan, sudah tidak ada lagi kubu 01 dan 02.

"Setelah pengumuman KPU yang memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, tidak ada lagi pasangan 01 maupun pasangan 02. Yang ada adalah nomor 3, yaitu persatuan Indonesia. Pemilihan presiden telah usai. Rakyat kembali bersatu," kata jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (10/6/2019).

Ace menganggap, dengan tetap eksisnya Koalisi Indonesia Kerja (KIK), hal itu akan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. KIK akan mengawal terwujudnya janji kampanye Jokowi-Ma'ruf melalui DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun soal koalisi dalam pemerintahan, saya kira tidak perlu dibubarkan ya. Tujuan koalisi ini yang paling utama adalah mengawal dan mendukung pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf agar efektif dalam mencapai target-target nawacita jilid kedua," jelasnya.


Ace mencontohkan, pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak ada pembubaran koalisi. Justru koalisi tersebut tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).

"Dulu waktu zaman SBY, koalisi pendukung Presiden SBY-Boediono juga, koalisi pendukung Presiden SBY tidak dibubarkan, bahkan terinstitusionalisasi dalam Sekretariat Gabungan (Setgab), yang terdiri atas partai politik pendukung SBY dalam Pilpres 2009 yang lalu, plus Partai Golkar waktu itu," ujar Ace.

Politikus Golkar ini tak setuju pembubaran koalisi untuk mencegah adanya kubu-kubuan di tengah masyarakat. Justru Ace menilai masyarakat sudah menerima hasil pilpres, tetapi ada elite tertentu yang belum siap menerima hasilnya dan memprovokasi masyarakat.

"Kalau alasannya agar masyarakat tidak ada kubu-kubuan di akar rumput, itu tergantung elite politiknya. Sejauh ini masyarakat sudah menganggap selesai kok dengan pilpres. Masyarakat sudah menerima siapa pun yang menang menjadi presiden terpilih dalam Pemilu 2019. Yang belum siap justru para elitenya yang memprovokasi untuk tidak menerima hasil pilpres dan tidak siap kalah," kata dia.


Anjuran untuk membubarkan koalisi itu sebelumnya disampaikan Rachland melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/6/2019). Rachland menilai mempertahankan koalisi seperti mengawetkan permusuhan di antara dua kubu dan memelihara potensi benturan di akar rumput.

"Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," tulis Rachland.

"Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa," lanjutnya.



Tonton video SBY: Demokrat Dirugikan Akibat Kurangnya Fair Play di Pemilu 2019:

[Gambas:Video 20detik]

(yld/elz)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini