Viral Video Kecelakaan Beruntun Akibat One Way, Ini Faktanya

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 10 Jun 2019 00:20 WIB
Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta - Sebuah video kecelakaan yang disebut terjadi karena tidak ada koordinasi penerapan sistem satu arah atau one way beredar. Polisi menegaskan narasi yang menyebut kecelakaan itu disebabkan miskomunikasi penerapan one way tidak benar alias hoax.

Dilihat detikcom, Minggu (9/6/2019), ada salah satu akun media sosial yang mengunggah video tersebut pada Sabtu (6/6). Akun tersebut menyertakan video dan juga narasi yang menyebut kecelakaan itu terjadi akibat miskomunikasi jalur satu arah dibuka tanpa koordinasi.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan narasi yang digunakan tersebut hoax. Namun, Dedi menyatakan kecelakaan yang dimaksud memang terjadi sekitar satu minggu yang lalu.



"Itu hoax. Kejadiannya itu sudah seminggu lebih yang lalu, tanggal 2 Juni 2019," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan berdasarkan fakta yang ada, kecelakaan terjadi bukan karena diskresi one way pada Minggu (2/6). Tabrakan disebabkan sebuah truk pengangkut buah semangka bernomor polisi E-9872-E yang diduga hilang kendali atas kemudinya di Tol Tembalang KM 09 Semarang, Jawa Tengah arah Jakarta atau Jalur B.

Saat itu sedang diberlakukan contraflow dari arah berlawanan (Jakarta-Semarang). Truk disebut menabrak tujuh mobil yang berada di lajur contraflow.



"TKP-nya Tol Tembalang KM 09 Semarang, Jawa Tengah di jalur yang mengarah ke Jakarta. Saat itu sedang ada contraflow, truk yang hilang kendali ini menabrak kendaraan yang sedang melintas di jalur contraflow," jelas Dedi.

Dalam kecelakaan tersebut, lanjut Dedi, terdapat lima korban yang menderita luka ringan dan langsung dievakuasi ke RS Elisabeth Semarang. "Ada yang luka patah kaki, lebam akibat benturan, bocor di bagian kepala. Tetapi langsung dievakuasi, langsung dapat penanganan medis," ucap Dedi.

Dedi menuturkan kasus kecelakaan ini sendiri telah ditangani Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah. Dia menyayangkan adanya pihak-pihak tak bertanggung jawab, yang menyebarkan informasi tidak benar itu.

"Kami imbau para netizen bijak bermedia sosial. Jangan termakan hoax lalu ikut-ikutan menyebar berita yang belum pasti kebenarannya, apalagi menciptakan hoax. Jika membuat gaduh, tentunya Direktorat Siber (Bareskrim Polri) akan menindak tegas pelaku hoax," tandas Dedi.

Selain itu, terdapat juga narasi yang menyebut adanya korban tewas yang berstatus anggota KPU dalam kecelakaan itu. Faktanya korban tewas yang dimaksud terlibat dalam peristiwa kecelakaan yang berbeda.

Kecelakaan yang menewaskan staf KPU DKI, Kusna (37), terjadi di Tol Trans Jawa KM 314, Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (2/6). Saat itu mobil yang ditumpangi Kusna dan keluarganya mengalami kecelakaan tunggal. (aud/haf)