detikNews
Minggu 09 Juni 2019, 16:14 WIB

Menhub ke Pengendara: Jangan Berhenti di Bahu Jalan Tol Apabila Tak Darurat!

Matius Alfons - detikNews
Menhub ke Pengendara: Jangan Berhenti di Bahu Jalan Tol Apabila Tak Darurat! Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Jefrie/detikcom)
Semarang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus memberi imbauan agar arus balik Lebaran 2019 lancar. Dia meminta pengendara tidak berhenti di bahu jalan tol apabila kondisinya tidak benar-benar darurat.

Budi menyoroti soal banyaknya kendaraan yang berhenti di bahu jalan tol. Menurutnya, hal ini bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Selain itu, menurunkan efektivitas lalu lintas di jalan tol.

"Kami semua secara intensif mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti di bahu jalan tol, apabila tidak dalam kondisi darurat. Jika ingin beristirahat, mereka bisa keluar ke kota-kota terdekat di sepanjang jalur utara," kata Budi Kaya.


Pernyataan tersebut disampaikan Budi Karya di sela-sela kegiatannya melakukan peninjauan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah. Turut hadir Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Korlantas Polri Irjen Refdi Amri.

Budi Karya mengatakan, kemarin dan hari ini diprediksi menjadi puncak arus balik dan berdasarkan riset, dari arah Yogya dan Solo menjadi daerah yang terbanyak pemudik yang akan pulang ke arah barat atau Jakarta. Pada Sabtu kemarin (8/6), dilaporkan sudah terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan, yang masuk melalui Gerbang Tol Banyumanik, Semarang.

Karena itu, Budi Karya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada arus balik agar dapat merencanakan perjalanannya dengan baik.

"Katakanlah kita berangkat dari Solo dengan kondisi yang sudah cukup tidur atau istirahat. Di perjalanan bisa berhenti di Kendal atau Semarang untuk mengisi bensin hingga penuh. Kemudian melanjutkan perjalanan. Jika dalam perjalanan harus mengisi bensin atau istirahat, bisa keluar tol dan memanfaatkan kota-kota besar untuk mengisi bahan bakar dan istirahat agar lebih bugar atau bisa sekalian sambil berwisata, menikmati kuliner dan oleh-oleh, seperti di Pekalongan, Tegal, atau Brebes," ucapnya.


Menhub mengungkapkan, dia juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PU, Korlantas, Jasa Marga, dan dinas terkait lainnya untuk menjadikan rest area di jalan tol sebagai fungsi emergency (darurat).

"Kita sarankan sebagai salah satu langkah manajemen lalu lintas di jalan tol, rest area menjadi tempat berhenti emergency saja. Kalau memang harus mampir baru ke sana," imbaunya.

Lebih lanjut, Budi Karya meminta masyarakat menjaga kebersihan di rest area ataupun jalan tol agar tidak ada sampah yang berserakan.

Selain itu, di kesempatan yang sama Menteri PUPR Basuki Hadi Moeljono dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek sepakat masyarakat harus mengubah perilaku untuk menjaga kebersihan. Manajemen kebijakan yang baik akan kurang berhasil jika tidak ada kesadaran prilaku dari masyarakat.

"Saya di sini akan melihat dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki ke depannya. Manajemennya bagus, (tapi) perilakunya tidak mengikuti, ya, sama saja pasti ada yang kurang," kata Basuki.

Menkes Nila menyampaikan hal senada. Dia menyebut kedisiplinan terkait kebersihan harus ditingkatkan. Sebab, jika banyak sampah, akan banyak penyakit yang datang.

"Perilaku yang berhenti di rest area atau bahu jalan kebersihannya kurang dijaga. Ini bisa jadi menimbulkan penyakit, angka kesehatan seperti diare angkanya tinggi karena kebersihannya kurang dijaga," kata Nila.


Polisi Tolerir Pemudik Berhenti Sejenak di Bahu Jalan, Tapi 2 Menit Saja:

[Gambas:Video 20detik]


(maa/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed