Minta Pilihan Politik Bu Ani Tak Diungkit, PD Singgung soal Kekalahan Prabowo

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 09 Jun 2019 15:36 WIB
Jansen Sitindaon (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) meminta kubu Prabowo Subianto menyudahi polemik pengungkapan pilihan politik Ani Yudhoyono. Partai Demokrat meminta Prabowo dan tim pemenangannya hingga Partai Gerindra menutup buku terkait persoalan itu.

"Sudahlah. Ini kan soal yang sudah selesai ya. Ngapain lagi terus kita perpanjang sih. Kalau Pak Prabowo dan teman-teman di Gerindra tetap merasa apa yang dilakukan Pak Prabowo kemarin itu benar, ya, silakan saja," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).


Jansen mempersilakan jika Prabowo dan jajarannya berkukuh dengan pendapat mereka. Namun, yang jelas, sang ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat merasa tidak nyaman dengan pernyataan Prabowo soal pilihan politik Ani Yudhoyono. Menurut Jansen, hal itu sangat tak elok dibuka di hadapan publik dalam suasana berduka.

"Yang pasti pihak keluarga dan Partai Demokrat sebagaimana telah kami sampaikan kemarin merasa sangat tidak nyaman, di konferensi pers dalam suasana dukacita begitu Pak Prabowo masih saja terus-terus membahas-bahas soal politik, apalagi mengungkapkan keluar soal pilihan Ibu Ani di Pemilu 2014 dan 2019. Karena soal pilihan seseorang dalam pemilu itu kan sifatnya rahasia. Sebagaimana prinsip pemilu itu sendiri yang berlangsung bebas umum rahasia. Jadi tidak elok dan tepatlah diungkapkan ke publik entah dengan tujuan dan motif apapun soal pilihan almarhum Ibu Ani di pemilu ini oleh Pak Prabowo," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jansen juga membantah jika partainya tak all out mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Sebab, selama Pilpres 2019, partainya dan para pucuk pimpinannya ikut berjuang memenangkan Praboowo-Sandiaga.

"Dan fakta ini juga sekaligus penegasan kalau tuduhan para pendukung 02 di media sosial bahwa Partai Demokrat tidak serius mendukung pak Prabowo menjadi terbantahkan. Jadi mulai sekarang jangan pernah lagi menuduh Demokrat tidak serius dan sungguh-sungguh mendukung Prabowo. Di TPS, AHY memilih Prabowo Sandi menang. Di Pacitan kampung halaman Pak SBY, Prabowo Sandi juga menang telak. Dan di Jawa Timur ini Prabowo hanya menang di Pacitan dan Bondowoso saja. Itu harap di catat. Di Kabupaten lain semua kalah. Di Cikeas juga menang," kata Jansen.

"Malah yang menyedihkan dan anomali, Prabowo Sandi malah kalah di TPS di lingkungan tempat Sandi Uno memilih. Padahal dia cawapresnya. Dari fakta ini membuktikan kalau kalahnya 02 itu ya jelas bukan karena Demokrat, SBY, apalagi AHY. Kalau kami sudah bekerja dan memilih sungguh-sungguh. Tapi kalahnya 02 itu ya karena kandidatnya sendiri. Orang di lingkungan rumahnya sendiri aja dia tidak dipilih," sambung dia.

Jansen pun meminta Prabowo dan BPN Prabowo-Sandiaga berfokus pada sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan malah terus menggoreng isu yang sudah tak ingin dibahas lagi oleh pihaknya.

"Jadi soal-soal ini mari kita tutup buku saja sudah. BPN dan 02 fokus aja sekarang ke sidang MK. Hadirkan Profesor Laode yang katanya sudah mengumpulkan data data kemenangan 62 persen atau kemudian berubah jadi 54 persen itu ke MK. Bantah itu hasil rapat pleno KPU yang memenangkan 01," ujar Jansen.


Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga buka-bukaan soal peristiwa kala sang capres mengungkap pilihan politik Ani Yudhoyono yang telah tutup usia. BPN mengungkapkan apa yang disampaikan Prabowo itu adalah informasi langsung dari SBY.

"Pak Prabowo dibully tentang pilihan Bu Ani di Pilpres 2014 dan 2019, padahal info ini didapatkan langsung oleh Pak Prabowo langsung dari Pak SBY. Dan Pak SBY sendiri yang minta agar Pak Prabowo testimoni tentang kebaikan Bu Ani di depan wartawan waktu mau pulang," tulis juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, melalui akun Twitternya, Minggu (9/6/2019).

"Yang disampaikan oleh Pak Prabowo di depan wartawan, persis yang diucapkan Pak SBY ke Pak Prabowo. Nggak ada lebihkan dan nggak ada yang dikurangi. Silakan publik menilai sendiri," ujarnya.



Simak Juga "Pengakuan SBY Tidak Sensitif Keinginan Terakhir Ani Yudhoyono":

[Gambas:Video 20detik]

(mae/hri)