Jelang Lebaran, Jalan Di Pantura dan Sumatera Diperbaiki

Jelang Lebaran, Jalan Di Pantura dan Sumatera Diperbaiki

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2005 21:09 WIB
Jakarta - Menjelang Hari Raya Lebaran sebagian besar jalan-jalan yang rusak di wilayah lintas timur Sumatera dan pantai utara (pantura) Jawa sudah selesai diperbaiki. Perbaikan jalan meliputi sepanjang 34 km jalan yang rusak di Sumatera, dan sekitar 20 km jalan di Pantura, meliputi jalan yang rusak dan jalan yang akan diperlebar."Pada H-7 jalan-jalan itu akan selesai diperbaiki meskipun belum seratus persen," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai acara buka puasa bersama di rumah dinasnya dan serah terima jabatan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Besar UGM di Jl Widya Chandra, Jakarta, Minggu (9/10/2005).Selain itu menurut Djoko, alat-alat berat akan disiagakan di sepanjang jalan yang rentan longsor dan rusak akibat hujan. Perbaikan jalan di kedua wilayah ini akan diteruskan hingga Desember 2005.Djoko mengharapkan tahun 2006 mendatang jalan dari Jakarta menuju Semarang yang awalnya dua jalur akan segera diperlebar menjadi empat jalur."Misalnya di Kandanghaur yang dua jalur akan segera dilebarkan, namun kemacetan masih akan terjadi di pantura tapi akan berkurang," jelasnya.Djoko mengeluh dana untuk memperbaiki jalan belum sepenuhnya turun. Dana yang sudah turun baru sekitar Rp 4,9 triliun dan itu pun untuk perbaikan jalan di seluruh Indonesia. "Itu berasal murni dari APBN dan bantuan luar negeri," jelasnya.Mengenai proyek jalan tol saat ini sudah ada enam lokasi jalan tol yang sudah ditenderkan. Dan empat proyek jalan tol sudah masuk tahap penawaran. Sudah ada dua pemenang dari semua peserta tender yang ditetapkan dan dua lagi sedang dalam proses negosiasi harga.Djoko juga menjelaskan pada tahun 2006 nanti, loket-loket pembayaran tarif tol akan memakai sistem otomatis yakni tidak diperlukan lagi petugas jaga yang mengurusi pembayaran tol."Nantinya ada sistem gesek saja atau memakai teknologi yang lebih canggih, jadi tidak perlu transaksi agar tidak terjadi kemacetan," ujar alumni Jurusan Teknik Sipil UGM Yogyakarta, angkatan 1969 ini. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads