RI Tak Pernah Akui Organisasi JI

Wapres Jusuf Kalla:

RI Tak Pernah Akui Organisasi JI

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2005 17:36 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia sangat sulit memenuhi keinginan pemerintah Australia agar membubarkan organisasi Jamaah Islamiah (JI). Sebab, sejak dulu pemerintah Indonesia tidak pernah mengakui keberadaan organisasi itu di Indonesia.Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada wartawan usai menghadiri Gelar Batik Nusantara 2005 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Minggu (9/10/2005)."Kalau kita tidak pernah mengakaui adanya organisasi itu bagaimana kita bisa membubarkannya," terang Jusuf Kalla.Sebelumnya Perdana Menteri John Howard mengatakan dalam sejumlah wawancara radio di negara Kangguru itu bahwa dengan melarang kelompok JI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mampu memberikan sinyal yang menenangkan kalangan moderat di Indonesia.JI telah dituduh terlibat dalam aksi peledakan bom Bali I pada 2002 lalu yang menewaskan sekitar 200 orang, termasuk 88 warga Australia.JI juga dituduh bertanggungjawab dalam peristiwa peledakan bom di Jimbaran dan Kuta pada Sabtu 1 Oktober 2005 lalu yang menewaskan 22 orang, termasuk empat warga Australia, sehingga memunculkan desakan di Australia bahwa kelompok JI harus dilarang. Namun Howard menegaskan bahwa Australia akan mengambil langkah yang hati-hati dalam menghadapi isu tersebut. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads