detikNews
Jumat 07 Juni 2019, 16:36 WIB

100 Prajurit TNI Dikerahkan Amankan Situasi Pascabentrok di Buton

Sitti Harlina - detikNews
100 Prajurit TNI Dikerahkan Amankan Situasi Pascabentrok di Buton Bentrok warga berujung pembakaran rumah di Buton, Sultra. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengatakan sebanyak 100 personel Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin dikerahkan untuk mengamankan situasi pascabentrok di Buton. Ratusan prajurit TNI dari Makassar itu diperkirakan tiba di Buton hari ini.

"Diberangkatkan dari Pelabuhan Nusantara, Makassar, kemarin menggunakan KRI dan jadwalnya akan tiba hari ini. Mereka akan tiba bersama Pangdam untuk mengamankan dua desa yang sedang bertikai," kata Ali, Jumat (7/6/2019).



Ali segera melakukan pertemuan dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendinginkan situasi. Ali berharap kerusuhan di Buton itu segera berakhir.

"Kita akan kumpul semua sama-sama untuk mencarikan solusi agar cepat selesai," ujarnya.



Kondisi Gunung Jaya, Buton, Sultra, kondusif pascabentrokan warga. Bentrokan dengan warga Desa Sampuabalo membuat 87 rumah di Gunung Jaya hangus terbakar.

Bentrokan mulanya terjadi pada Selasa (4/6) saat malam takbiran. Warga Desa Gunung Jaya merasa terganggu oleh konvoi warga Desa Sampuabalo, yang berkonvoi dengan motor berknalpot racing.

Keesokan harinya, sekitar pukul 13.00 Wita, Rabu (5/6), warga Desa Sampuabalo yang melintas dipanah oleh warga Desa Gunung Jaya.

"Akhirnya warga Desa Sampuabalo ini kembali ke desanya, melaporkan. Selang sekitar 30 menit, ada kurang-lebih seratus warga Sampuabalo melakukan penyerangan ke Desa Gunung Jaya, melakukan pelemparan batu dan pembakaran," terang Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt.
(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed