Pedagang Keluhkan Pasokan Minyak Tanah dan Elpiji Berkurang

Pedagang Keluhkan Pasokan Minyak Tanah dan Elpiji Berkurang

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2005 12:22 WIB
Jakarta - Pedagang minyak tanah dan elpiji mengeluhkan pasokannya berkurang sejak kenaikan harga BBM. Namun minyak tanah dan elpiji itu masih mudah didapatkan. Rata-rata minyak tanah djual oleh para pedagang sebesar Rp 3 ribu per liter dan elpiji Rp 55 ribu per tabung"Sekarang ini, saya biasa diantar 20 hingga 25 liter. Bisa seminggu sekali, bisa seminggu dua kali, sebelumnya 110 liter," kata Ibu Ana, salah satu pedagang di Pasar Minggu, Minggu (9/10/2005). Rata-rata para pedagang membeli minyak tanah dari agen kecil dengan harga sekitar Rp 2.700 hingga Rp 2.800 per liter. Mereka juga mengeluhkan volume pembelian yang berkurang setelah kenaikan harga BBM. "Biasanya pembeli beli 10 liter atau 5 liter sekali beli, sekarang paling 2 hingg 3 liter," katanya.Hal serupa juga dikatakan, Iqbal, pemilik kelontong di Pasar Kemiri, Depok. "Minyak tanah nggak susah, kemarin-kemarin memang susah sebelumnya, dan nggak ada keluhan dari pelanggan. Yang penting ada barangnya," ujarnya.Dia biasa menjual 300 liter minyak tanah per minggu. Untuk harga elpiji pasca kenaikan harga BBM, tidak mengalami kenaikan. Sementara, Chin Boen Kwet, pedagang elpiji di Pasar Minggu mengatakan harga elpiji masih sekitar Rp 55 ribu, tapi ongkos antarnya naik dari Rp 500 menjadi Rp 1000. Kenaikan itu dikarenakan harga antar dari agen ke tokonya juga mengalami kenaikan. Dia biasa mendapatkan 20 tabung dari agen per minggu. Namun sejak lima hari ini sejak kenaikan harga BBM, agak sulit mendapatkan pasokannya. "Harus pesan beberapa hari dulu," ujarnya.Konsumen minyak tanah terpaksa membeli minyak tanah Rp 3 ribu per liter. "Mau gimana lagi, soalnya kebutuhan pokok biar mahal juga dibeli. Yang penting barangnya tidak susah," ujar Ida Royani, warga Depok yang ditemui di Pasar Kemiri. Sementara seorang konsumen bernama Ani menyatakan dirinya lebih memilih membeli minyak tanah di agen di Warung Buncit. Walaupun selisihnya hanya Rp 500 per liter. "Lumayan bisa irit Rp 5 ribu per 10 liter, tapi harus antre dulu," urainya. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini