detikNews
Kamis 06 Juni 2019, 15:40 WIB

Istana: Presiden Tak Mudah Tawarkan Menteri

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Istana: Presiden Tak Mudah Tawarkan Menteri Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (Noval/detikcom)
Jakarta - Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengklaim partainya ditawari kursi menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menanggapinya, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan Jokowi tak semudah itu menawarkan kursi menteri.

"Ya sebetulnya mengklaim-klaim seperti ini, kan Presiden Jokowi juga tidak segampang itu menawarkan keinginannya kepada orang yang tentu dia merasa khawatir," ujar Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden itu saat dihubungi, Kamis (6/6/2019).

Ngabalin tak tahu pasti Gerindra mengklaim ditawari kursi menteri oleh Jokowi. Namun dia mengisyaratkan mengetahui sosok Andre, yang mengklaim bahwa Gerindra ditawari kursi menteri.

"Saya tidak tahu (sebab Gerindra mengklaim), tapi kalau Andre kan saya tahulah," tuturnya.

"Kaya klaim-klaim begini kan tidak tahu juga ini. Karena itu kan tidak memberikan value yang tidak bagus," lanjutnya.


Ngbalin mengungkapkan, harapan akan pemerintahan Jokowi yang kuat sebenarnya sudah cukup terpenuhi dengan koalisi yang ada. Pemerintahan yang kuat itu antara lain dukungan parlemen untuk memudahkan seluruh program dan kebijakan pemerintah dalam rangka pelayanan masyarakat.

"Baik itu dalam program penetapan anggaran, program keuangan negara, dan lain-lain. Dalam sistem pemerintahan negara, itu kan tidak bisa lepas dari dukungan dan kekuatan parlemen," ungkapnya.


Meski koalisi di parlemen sudah cukup kuat untuk mendukung pemerintahan Jokowi nantinya, menurut Ngabalin, komunikasi politik yang baik dengan parpol dari kubu 02 juga harus dibangun. Diharapkan parpol koalisi Jokowi dapat membangun komunikasi yang intensif dengan parpol dari kubu 02.

"Itu sebabnya, kaya bagaimana Presiden harus bisa mengkomunikasikan ini dengan Demokrat, dengan Partai Amanat Nasional, dan tidak mustahil dengan partai-partai lain di situ (kubu 02). Tapi yang terpenting dari semua itu, menurut saya, dan ini sering sekali kita dengar dari Presiden bahwa yang lebih terpenting dari semua itu adalah pertemuan elite-elite politik," imbuhnya.

Menurut Ngabalin, komunikasi yang baik antarelite politik dapat memberikan jawaban kepada masyarakat akan suasana politik yang teduh dan tenteram seusai Pilpres 2019.

"Itu menjadi sesuatu yang sangat peting karena situasi keamanan itu tidak hanya untuk kepentingan dalam negeri, tetapi juga untuk kepentingan luar negeri agar suasana teduh, suasana tenang, aman, dan seterusnya. Itu sebetulnya harapan yang paling besar," paparnya.

Ngabalin kembali menanggapi klaim Gerindra soal ditawari kursi menteri. "Tawaran (menteri) mungkin tidak, tetapi membangun komunikasi itu iya," tuturnya.


Sebelumnya, Andre Rosiade mengklaim Gerindra ditawari masuk koalisi Jokowi. Kata anggota Badan Komunikasi Gerindra itu, Jokowi tak hanya menawarkan satu kursi menteri.

"Bahkan kita juga mendengar dari berbagai pihak, Pak Jokowi juga ingin mengajak Gerindra bergabung dalam pemerintahnya, dan juga menawarkan berapa kursi menteri. Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi, itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tutur Andre kepada wartawan, Kamis (6/6).


Simak Juga "Para Menteri Jokowi-Kapolri Silaturahmi ke Kediaman Megawati":

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed