detikNews
Kamis 06 Juni 2019, 15:34 WIB

Cerita Berkesan Ramadhan

Hangatnya Ramadhan di Milan, Kota Mode Italia

Yasmin Mauliddina - detikNews
Hangatnya Ramadhan di Milan, Kota Mode Italia Imam di Milan, Italia (Lisana Shidqina/Istimewa)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Milan - Bagaimana rasanya menjalani Ramadhan di Kota Mode Italia? Berpuasa di Milan adalah momen berkumpul umat Islam berbagai bangsa.

Tahun ini, berpuasa di Milan, Italia, berdurasi 17,5 jam. Bagi saya, yang sedari kecil tinggal di Negeri Khatulistiwa dan memiliki durasi puasa 13-14 jam, berpuasa 17,5 jam memiliki tantangan sendiri. Ini adalah puasa saya kedua di Italia. Saya merasa bersyukur, berpuasa di negeri yang minoritas muslim memberi warna tersendiri.

Saya berkuliah di kampus bernama Politecnico di Milano (Polimi), dan di kampus saya terdapat asosiasi mahasiswa muslimnya, yang bernama ASM (Associazione Studenti Musulmani). ASM merupakan organisasi mahasiswa muslim pertama di sepanjang sejarah Italia dan Polimi. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ASM tahun ini adalah buka puasa bersama (Iftar).

Hangatnya Ramadhan di Milan, Kota Mode ItaliaCeramah dari imam di Milan (Lisana Shidqina/Istimewa)
Dalam kesempatan ini, saya jadi merasakan pengalaman berbuka dengan teman-teman sesama muslim dari berbagai negara lain, seperti Maroko, Mesir, India, Pakistan, dan Turki. Acara ini dibuka dengan penyampaian pengalaman dari teman kami di India yang memaparkan pengalamannya sebagai muslim di India, dan bagaimana tidak banyak orang yang tahu bahwa di India juga terdapat muslim. Hal ini menyadarkan saya bahwa saya adalah warga negara Indonesia adalah warga yang beruntung, dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan adanya sambutan dan sedikit ceramah dari salah satu pemuka agama Islam di Milan, dalam bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Italia dan bahasa Inggris. Selanjutnya, untuk menambah keakraban, panitia menyelenggarakan lomba cerdas cermat sederhana yang mengundang partisipasi dari mahasiswa yang hadir. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan agenda puncak, yaitu buka bersama. Rasa persaudaraan sesama muslim yang terjalin, dapat mencicipi berbagai jenis makanan, serta berbagi cerita dengan teman-teman dari berbagai negara.

Hangatnya Ramadhan di Milan, Kota Mode ItaliaKajian Ustaz Akhmad Ikhwani (Lisana Shidqina/Istimewa)
Tidak beda dengan buka bersama yang diselenggarakan oleh ASM, mahasiswa dan warga negara Indonesia yang tinggal di Milan dan sekitarnya juga menyelenggarakan agenda buka puasa bersama yang sudah rutin diselenggarakan selama beberapa tahun terakhir. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Muslim Indonesia-Milan (KMIM). Acara ini juga turut mengundang asosiasi Islam di Milan (Associazione Islamica di Milano), serta ustaz dari Kairo. Acara ini dibuka dengan beberapa sambutan, dilanjutkan dengan penampilan seni dari anak-anak, kajian dari Ustaz Akhmad Ikhwani dari Kairo, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Lagi-lagi, walaupun jauh dari keluarga di Indonesia, saya bisa merasakan hangatnya berbuka puasa bersama.

Puasa di luar negeri memang banyak tantangannya, mulai durasi puasa yang panjang hingga kondisi sekitar yang mayoritas tidak berpuasa. Namun, dengan adanya acara buka puasa bersama ini, kekeluargaan dan kebersamaan tetap dapat dirasakan walau berada lebih dari 10 ribu kilometer dari Indonesia.

*) Yasmin Mauliddina adalah mahasiswi Master Student, Management Engineering, Politecnico di Milano (Milan) dan anggota Divisi Festival Luar Negeri (FELARI) 2018-2019
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia).
(fay/fay)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed