Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Merangkak Naik
Minggu, 09 Okt 2005 10:29 WIB
Jakarta - Tarif angkutan lebaran dipastikan mengalami kenaikan menjelang Lebaran, tidak terkecuali tiket pesawat terbang. Hampir semua maskapai penerbangan menetapkan tarif atas mulai H-7.Berdasarkan pantauan detikcom, merangkak naiknya harga tiket pesawat ini selain karena faktor menjelang Lebaran juga naiknya harga BBM per 1 Oktober lalu."Memang menjelang Lebaran ini kita pasang pada harga yang tertinggi. Saat ini sejumlah rute pada tanggal tertentu sudah habis dipesan," kata petugas tiket Adam Air, Ruth kepada detikcom, Minggu (9/10/2005).Ruth lantas mencontohkan, untuk rute Jakarta-Yogyakarta pada 28 Oktober meski masih ada tiket namun harganya mendekati harga tertinggi yakni Rp 539.000. Sedangkan untuk 1 November dan 2 November pada rute yang sama harganya mencapai Rp 622.000. Sedangkan untuk rute Jakarta-Jambi maupun Jakarta-Pangkal Pinang tiket di jual pada harga Rp 899.000.Hal yang sama juga dilakukan oleh maskapai penerbangan Mandala Airlines. "Sebenarnya tidak ada kenaikan tarif. Cuma kita memang mulai 15 Oktober memberlakukan harga tiket mendekati harga tertinggi," ujar seorang petugas tiket.Dicontohkan untuk penerbangan pada 28 Oktober jurusan Jakarta-Yogyakarta tiket dijual pada harga Rp 480.000. Untuk penerbangan Jakarta-Yogyakarta pada tanggal 1 November tiket masih dijual pada kisaran Rp 480.000-620.000. Sedangkan untuk tanggal 2 November harga tiket termurah dijual pada harga Rp 520.000.Sementara maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengaku tiket yang saat ini sudah ludes terjual adalah tiket untuk penerbangan 29 Oktober. "Kita juga pasang harga yang tertinggi. Misalnya kalau hari biasa rute Jakarta-Medan hanya Rp 500.000, menjelang Lebaran ini kita jual pada harga Rp 858.000-Rp 918.000," kata perugas tiket Sriwijaya Air di Bandara Soekarno-Hatta, Marcia.Sedangkan tiket pesawat untuk penerbangan Jakarta-Jambi mulai penuh dipesan. Harga tiket pun dijual pada harga yang cukup mahal yakni pada kisaran harga Rp 558.000-Rp 598.000 dari harga biasanya di bawah Rp 500.000.
(san/)











































