detikNews
Rabu 05 Juni 2019, 21:30 WIB

Round Up

Pujian AHY-Annisa untuk Jokowi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Pujian AHY-Annisa untuk Jokowi Suasana pertemuan AHY-Ibas bersama Presiden Jokowi Foto: Noval/detikcom
Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istrinya Annisa Pohan kompak memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ihwalnya, mereka menilai pidato Jokowi saat melepas jenazah almarhumah Ani Yudhoyono sangat menyentuh.

Cerita bermula saat Jokowi menyampaikan pidato sambutan saat menjadi inspektur upacara di pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6). Ani meninggal dunia pada Sabtu (1/6) di National University Hospital Singapura akibat kanker darah yang dideritanya.

Dalam pidatonya di TMP Kalibata, Jokowi awalnya mengisahkan sosok Ani Yudhoyono yang aktif dalam banyak bidang. Pengabdian Ani Yudhoyono kepada negara disebut Jokowi sudah patut dihormati.


"Ibu Hajah Kristiani Herawati Yudhoyono, sepanjang hayatnya mendedikasikan hidupnya kepada nilai-nilai kemanusiaan, almarhumah aktif dalam memberantas buta huruf, mengembangkan kerajinan nasional, memberdayakan dan menyejahterakan keluarga, terutama kaum perempuan dan anak-anak," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo meletakkan karangan bunga di makam Ibu Ani Yudhoyono Presiden Joko Widodo meletakkan karangan bunga di makam Ibu Ani Yudhoyono Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

"Almarhumah juga aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, budaya, dan meningkatkan kepedulian kepada masyarakat di daerah-daerah bencana, daerah konflik, dan daerah perbatasan. Atas jasa dan pengabdiannya yang besar kepada bangsa dan negara, Pemerintah Indonesia pada tahun 2011 menganugerahkan Bintang Maha Putra Adi Pradana kepada almarhumah," sambungnya.

Jokowi pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Ani Yudhoyono. Selain itu, dia mendoakan agar SBY dan keluarga senantiasa tabah dan ikhlas menerima kepergian Ani Yudhoyono.

"Akhirnya dengan memohon rida Allah SWT, marilah kita lepas kepergian Ibu Hajah Kristiani Herawati menghadap Allah SWT dengan tenang dengan diiringi doa, semoga Allah SWT berkenan menerima amal ibadah almarhumah dan mengampuni segala khilaf dan salah beliau. Flamboyan telah pergi namun akan tetap hidup di hati kita semuanya, rakyat Indonesia yang mencintainya," kata Jokowi.


Jokowi bukan sembarangan menyebut 'Flamboyan' dalam pidatonya untuk menggambarkan sosok Ani Yudhoyono. Puisi tentang 'Flamboyan' pernah ditulis SBY pada 25 Januari 2004. SBY menuliskan puisi itu untuk menggambarkan tentang bagaimana perasaan seorang prajurit dibuat tersentuh oleh bunga flamboyan yang bermekaran di halaman kampus. Saat itu, di halaman Akademi Militer Nasional, Magelang, memang ditumbuhi banyak pohon flamboyan.

Ternyata Annisa tersentuh dengan pidato Jokowi tersebut. Lewat akun Instagram-nya @annisayudhoyono, Annisa terang-terangan memuji Jokowi. Dia menyertakan sebuah foto kebersamaan keluarga besar Yudhoyono dalam sebuah momen bersama Jokowi dan Iriana.

Momen pemakaman Ani YudhoyonoMomen pemakaman Ani Yudhoyono Foto: Rengga Sancaya

"Terima kasih kepada Presiden @jokowi yang sudah memberikan pidato perpisahan kepada Memo @aniyudhoyono di pelepasan terakhirnya di TMP Kalibata," tulis Annisa, Selasa (4/6).

"Pidato Bapak sangat sangat indah...jika Ibu dapat melihat semuanya pasti akan sangat berbahagia dan tersenyum kepada bapak seperti di foto ini," sambung Annisa.

Ternyata AHY juga punya pendapat senada dengan istrinya itu. Ini diungkapkan AHY saat bersilaturahmi dengan Jokowi dan keluarganya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/6).


"Pidato beliau juga yang sangat mengharukan, menyentuh hati kami, bahkan menggunakan istilah 'Flamboyan telah pergi tetapi akan selalu di hati', kami meneteskan air mata," kata AHY.

AHY mengungkapkan, istilah flamboyan yang digunakan Jokowi membuat keluarganya meneteskan air mata. Dia menjelaskan, flamboyan memang merupakan panggilan yang diberikan sang ayah, SBY kepada Ani Yudhoyono.

"Itu sejak beliau taruna di Akademi Militer, jadi ibu Ani itu dibuatkan puisi dengan judul Flamboyan. Dan kemarin kembali diangkat dalam proses pemakaman itu, itu menghadirkan kembali banyak sekali memori kenangan bahwa memang Ibunda Ani itu seorang yang teguh kuat, inspiratif, dan Insya Allah selalu menyayangi keluarga serta masyarakat Indonesia di manapun berada," tuturnya.

"Jadi saya ucapkan terimakasih sekali lagi kepada beliau yang telah berkenan memberikan sambutan ataupun salam perpisahan mewakili seluruh rakyat Indonesia," lanjutnya.

Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) ini mengatakan dalam pertemuannya dengan Jokowi, sang presiden juga menitipkan pesan untuk SBY. Jokowi berharap agar SBY dapat sehat selalu dan bisa tegar atas wafatnya Ani Yudhoyono.

AHY dan Ibas Silaturahmi ke Jokowi di IstanaAHY dan Ibas Silaturahmi ke Jokowi di Istana Foto: Noval/detikcom

"Karena kita tahu sendiri ayahanda kami tercinta juga sangat merasa kehilangan, sangat wajar, 46 tahun bersama-sama ibu Ani, dan ketika secara mengagetkan Ibu Ani dipanggil yang maha kuasa tentunya ada kehampaan itu," tuturnya.

Kepada AHY dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Jokowi pun berpesan agar anak-anak SBY dan cucunya terus bisa memberikan motivasi kepada SBY agar mampu melalui hari-hari sulit.

"Insya Allah kami terus tegar dan menata hati termasuk menyongsong hari esok yang lebih baik walaupun tanpa hadirnya Ibu Ani di sampimg kami," ucapnya.
(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed