detikNews
Rabu 05 Juni 2019, 12:44 WIB

Cerita SBY soal Pertanda di Balik Batik 'Sawunggalih' Pilihan Ani Yudhoyono

Rolando Fransiscus - detikNews
Cerita SBY soal Pertanda di Balik Batik Sawunggalih Pilihan Ani Yudhoyono Foto: SBY dan keluarga saat ziarah makam Ani Yudhoyono (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan ada pertanda yang disiratkan sang istri, Ani Yudhoyono saat memilih batik yang dikenakan keluarganya di hari Lebaran ini. Tak biasanya sang istri memilih batik bernuansa hitam.

"Biasanya baju koko dan kemudian batik untuk halalbihalal. Biasanya batik yang dipilih itu warnanya terang bapak ibu. Tetapi saya juga tidak mengerti, barangkali tidak kuasa menangkap isyarat yang ada di balik pilihan batik yang kami gunakan sekarang ini. Ibu Ani memilih batik bernuansa hitam sawunggalih," kata SBY saat ziarah ke makam istrinya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).



SBY mengatakan, pertanda itu tak hanya ditunjukkan melalui warna batik yang dipilih. Ternyata motif batik yang dipilih sang istri pun memiliki makna yang dalam. Sawunggalih, itulah motif yang dipilih Ani Yudhoyono.

"Yang konon dari pengertian sawunggalih itu mengibaratkan sebuah burung yang terbang ke surga. Saya baru tahu setelah memahami apa makna dari pilihan ini," ujarnya.

Pesan yang disampaikan Ani Yudhoyono pun menyiratkan sebuah firasat. SBY mengungkapkan, saat memilih batik tersebut, Memo, begitu panggilan sayang dirinya kepada Ani Yudhoyono, berpesan agar batik tersebut dipakai bersama sekeluarga saat Lebaran. Termasuk oleh sang istri.

"Pesannya adalah 'nanti kita Lebaran di RS, mari kita pakai batik itu di RS. Saya juga akan memakainya'. Saya bertanya-tanya, saya memanggil Ibu Ani semua tahu, 'Memo kan masih dirawat kan tidak perlu menggunakan batik. Biar kami saja menggunakan nanti foto bersama'. 'Bisa nanti kita cari ruangan yang saya bisa juga menggunakan batik'. Batik ini. Kurang lebih seminggu dua minggu batik sudah jadi. Yang saya pakai ini saya tunjukkan, ini batiknya. 'Bagus. Memang itu yang saya pilih kemarin'. Semua juga membawa. Hanya ada satu kain masih utuh yang belum dijahit yang sekarang dipakai oleh cucu almarhumah, cucu putri dari AHY dan Annisa Pohan. Kalau yang lain ini putra-putri dari Edhie Baskoro dan Aliya Rajasa, Ssakti dan Gayatri. Kita pakai semua kecuali ini. Kita berdiskusi semua, gimana ya nanti di RS kita bisa foto bersama menggunakan batik ini dan memo gimana pakainya. Karena biasanya kalau di RS ada alat-alat yang digunakan Bu Ani yang tengah mejalani perawatan," tuturnya.



SBY pun mengaku tidak cukup sensitif untuk menangkap firasat yang disampaikan Ani. Ani, ternyata bisa mengenakan batik bermotif sawunggalih itu seperti keluarganya.

"Ternyata subhanallahh kami tidak cukup cerdas dan tidak cukup sensitif memahami apa yang disampaikan Ibu Ani. Ternyata setelah Ibu Ani mengembuskan nafasnya yang terakhir, wafat, jenazahnya terbujur di ICU, setelah dibersihkan dan karena harus kita sucikan dan doakan di mesjid di KBRI di Singapura, jenazah Ibu Ani ini lah yang kami tutup dengan kain atau batik yang Bu Ani pilih. Jadi ternyata yang dimaksudkan saya juga akan pakai nanti itu dipakaikan di ruang ICU setelah wafat dan kembali ke sana. Itu lah kenangan yang indah bagi saya," kata SBY.

Hari ini, SBY dan kedua anaknya beserta menantu dan cucunya kompak mengenakan batik pilihan Ani Yudhoyono itu saat berziarah. Usai memanjatkan doa-doa, SBY dan keluarga tabur bunga di atas pusara Ani Yudhoyono.


Lihat video Antusias Para Penyandang Disabilitas Bertemu Jokowi di Istana:

[Gambas:Video 20detik]


(mae/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com