Flu Burung Sumsel
Peternak Khawatir, Penjual Merugi
Sabtu, 08 Okt 2005 22:45 WIB
Palembang - Ditemukannya kasus flu burung di Desa Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, membuat peternak ayam pedaging dan petelur di daerah sekitarnya sangat khawatir. Mereka mulai menerapkan sistem pengamanan berlapis.Hal ini seperti dilakukan pengelola peternakan di Desa Sukamakmur, Kelurahan Airbatu, Banyuasin, yang jaraknya dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Dwiguna dan Ayam Sembawa dalam radius 7 kilometer."Kami sangat khawatir dengan kasus di Sembawa. Karenanya, penyemprotan yang sebelumnya dilakukan 2 atau 3 hari sekali, sekarang sehari dua kali," kata Yudhi, seorang peternak ayam di Desa Sukamakmur, Sabtu (8/10/2005).Bahkan, perlakuan yang sama juga dengan anak ayam baru. "Baik anak ayam yang baru tiba atau sudah lama, semua langsung diberi vaksinasi anti-avian influenza," katanya.Lalu, pakan ternak yang didatangkan dari Jakarta juga diawasi dan diteliti secara khusus. "Kami juga minta lebel keamanan dari petugas terhadap pakan ternak yang baru didatangkan dari Jakarta dan daerah lainnya. Kami tidak ingin kecolongan terhadap wabah ini. Karenanya semaksimal mungkin dilakukan upaya pencegahan," kata Yudhi.Nah, akibat perlakukan ekstra ini biaya operasional menjadi tinggi. Karenanya mereka berharap agar kasus ini secepatnya diatasi. "Kalau tidak jelas kami akan rugi," ujar Yudhi.Sementara di pasar-pasar tradisional, penjualan ayam potong dan telur terus menurun. Bahkan, penjualan daging, telor ayam kampung dan bebek juga mengalami penurunan. "Entahlah, flu burung ini benar-benar membuat kami rugi. Sehari ayam dibeli lima kilogram bae sudah sangat beruntung," kata Sulaiman, pedagang ayam kampung di Pasar Lemabang."Flu burung ini kok bisa-bisanya membuat orang cemas membeli ayam kampung dan bebek. Aku heran nian. Pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang membuat orang percaya lagi makan daging ayam," katanya."Ya, kalau saya hanya dibeli pelanggan rumah makan. Kalau dari ibu-ibu rumah tangga, sudah tidak saya harapkan lagi," kata Husin, pedagang ayam potong buras.
(ary/)











































