Surganya para otaku. Ya, itulah sebutan untuk Akihabara. Menjelajah ke Negeri Sakura, rasanya kurang lengkap kalau belum berkunjung ke sudut Tokyo yang satu ini, terutama bagi kaum milenial yang suka mengeksplore tempat-tempat unik. Kota yang terkenal dengan anime, manga, dan maid cafe ini menjadi salah satu pilihannya.
Di Akihabara terdapat Gundam Cafe dan AKB48 Cafe. AKB48 Cafe adalah kafe sebuah girlband berjumlah 48 orang yang cukup terkenal di Jepang. AKB sebenarnya adalah singkatan dari AKiBa (di Akihabara). Puas berkeliling ke kota ini, tentunya membuat para muslim bertanya-tanya apakah ada tempat untuk melaksanakan ibadah salat? Karena memang tempat salat jarang sekali ada di Jepang. Turis muslim pun harus pandai-pandai mencari tempat salat di tengah jadwal perjalanan wisatanya. Meskipun di negeri yang minoritas muslim dan tidak ada pengingat adzan berkumandang, kewajiban salat tetap harus kita jalankan tepat waktu, bukan? Agar kita pun dapat mencontohkan sebagai muslim yang disiplin dan taat pada perintah Allah SWT.
Nah, siapa sangka di tengah kota pusat anime dan elektronik ini, ternyata terdapat masjid yang didirikan oleh warga Indonesia, Masjid Nusantara namanya. Masjid ini baru diresmikan pada 28 April 2019. Meskipun banyak yang memiliki jadwal padat, namun WNI yang berada di sekitar kota tersebut dan ada beberapa juga dari luar kota menyempatkan hadir pada peresmian masjid. Mereka urunan membuat masakan halal dan berbagi pada tamu-tamu yang datang. Tamu yang datang pun ada yang nonmuslim. Masjid ini terbuka bagi siapapun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Jadi, bagi yang sedang jalan-jalan di kota ini, tidak perlu bingung lagi untuk mencari tempat salat.
Masjid Nusantara di Akihabara, Tokyo (Anggita Aninditya/Istimewa) |
Masjid Nusantara ini terletak di lantai 5 dan tersedia tempat salat untuk jemaah laki-laki dan perempuan. Ada lift dan tangga untuk menuju ke lantai tersebut. Di lantai 4 terdapat toilet, tempat wudhu, kantor PCINU Jepang, dan kantor SBI Remit (kantor pengiriman uang dari Jepang ke Indonesia). Di kantor PCINU Jepang menerima penyerahan zakat fitrah sebesar ¥ 1.500 per orang, fidyah sebesar ¥ 500 per hari, infaq, dan sedekah yang dikelola oleh NU CARE-LAZISNU Jepang. Bagi yang membawa stroller dapat menaruh strollernya di pojokkan lantai ini.
Pada bulan Ramadhan, masjid ini menyediakan makanan berbuka dan sahur. Biasanya menunya masakan Nusantara dan tergantung penyumbangnya. Selain itu ada banyak kegiatan seperti kajian, khataman Alquran, salawatan, yasinan, kuliah iftar, tarawih, kuliah tarawih, tausiyah, salat Jumat, dan lain sebagainya. Masjid ini juga menyediakan kalendar Ramadhan untuk area Tokyo yang ditaruh di atas rak sepatu. Jamaah bebas mengambil.
Buka puasa bersama di Masjid Nusantara (Anggita Aninditya/Istimewa) |
Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kehidupan muslim di Jepang. Kegiatan beribadah di masjid ini pun tentunya harus menyesuaikan dengan peraturan wilayah setempat. Dilarang berisik hingga ke luar gedung, dilarang merusak fasilitas, dan saat acara selesai harus memilah-milah sampah sesuai jenisnya untuk dibuang ke tempat sampah. Hal ini demi kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Muslim yang baik tentunya kerap menjaga kebersihan dimana pun berada.
Bersama KH Nasaruddin Umar (Anggita Aninditya/Istimewa) |
Banyak contoh dari para ulama yang gigih dalam menimba ilmu dan berdakwah. Rela berjuang berjalan jauh. Lalu, bagaimana dengan kita? Menghadiri majelis ilmu dan menghidupkan masjid saja masih enggan rasanya? Sedangkan berharap mendapat kemuliaan di bulan penuh kemuliaan? Semoga Akihabara bukan hanya surga bagi para pecinta otaku, melainkan surga juga bagi pecinta Nusantara.
*) Anggita Aninditya PP pernah bersekolah di Tokyo International Exchange College dan Kanrin Japanese School, Ketua I PCI Muslimat NU Jepang, dan anggota Pengajian Muslimah Kanto.
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia). (fay/fay)












































Masjid Nusantara di Akihabara, Tokyo (Anggita Aninditya/Istimewa)
Buka puasa bersama di Masjid Nusantara (Anggita Aninditya/Istimewa)
Bersama KH Nasaruddin Umar (Anggita Aninditya/Istimewa)