Kanselir Jerman Setelah Minggu
Sabtu, 08 Okt 2005 21:23 WIB
Den Haag - Siapa yang akan menjadi kanselir Jerman akan diketahui Minggu malam besok atau mungkin Senin. Siapapun kanselirnya, ia akan menghadapi problematik yang pelik.Perundingan puncak mengenai posisi kanselir pasca pemilu Jerman antara Partai Kristen Demokrat (CDU/CSU) dan Partai Sosial Demokrat (SPD) kemungkinan belum bisa dituntaskan sebelum Minggu besok. Kedua kubu sepakat sampai tenggat itu tidak akan menyampaikan pernyataan pers, termasuk mengenai perkembangan perundingan.Pemenang pemilu CDU/CSU diwakili Angela Merkel dan Edmund Stoiber, sedangkan SPD diwakili Gerhard Schreuder dan Franz Muentefering, menggelar perundingan itu sejak Kamis (6/10/2005) malam. Pantauan detikcom di media setempat sampai hari ini, Sabtu (8/10/2005), memang belum ada perkembangan baru yang mengejutkan. Sebelumnya kedua kubu sama-sama bersikap ngotot bahwa hanya kandidat masing-masing yang paling berhak memegang jabatan kanselir itu. Angela Merkel menyatakan tidak akan bersedia berunding untuk soal ini, sebab UU menetapkan bahwa fraksi terbesar di Bundestag (parlemen) boleh menduduki pos kanselir. Sementara Schreuder masih berambisi lagi. Perundingan diharapkan dapat menemukan solusi untuk mengakhiri rebutan yang telah memboroskan waktu tiga pekan itu.Selain itu tema-tema esensial yang menjadi sikap politik kedua kubu juga menjadi materi perundingan. Misalnya utang Jerman yang kini membengkak. Selama 4 tahun berturut-turut Jerman telah melanggar norma Pakta Stabilitas yang ditetapkan Uni Eropa (UE). Kemungkinan sanksi dari Brussel siap menyusul, jika tidak ada penjelasan Jerman yang dapat diterima. Kemudian soal pengangguran yang mencemaskan. Dengan total hampir 5 juta pengangguran, situasi lapangan kerja di Jerman kini cukup memprihatinkan. CDU/CSU menginginkan ketentuan perlindungan PHK diperlonggar dan kekuatan serikat buruh dibatasi, misalnya dengan mengizinkan perusahaan menetapkan gaji secara sepihak. Sebaliknya SPD justru ingin melindungi hak-hak buruh dan mengupayakan pemberlakuan gaji minimum. Meskipun demikian kedua kubu memiliki kesamaan sikap, yakni soal batas usia pensiun yang perlu diperpanjang, dengan kata lain orang harus bekerja lebih lama lagi. Kedua kubu juga sepakat bahwa kekuasaan 16 negara bagian perlu dikurangi. Alasannya, mereka terlalu sering menghambat keputusan Bundestag. Untuk soal politik luarnegeri kedua kubu bertolak belakang cukup tajam. CDU/CSU menghendaki agar Jerman lebih pro AS, sementara SPD memilih 'mandiri'.Dari pemilu legislatif memilih anggota Bundestag (18 September 2005), CDU/CSU meraih 225 kursi (35,2%) dan SPD meraih 222 kursi (34,3%). Sisanya menjadi porsi partai-partai menengah dan kecil.
(es/)











































