detikNews
Senin 03 Juni 2019, 07:25 WIB

Cerita Berkesan Ramadhan

Ramadhan Segala Bangsa di Centro Islamico Culturale, Italia

Altifani Rizky Hayyu - detikNews
Ramadhan Segala Bangsa di Centro Islamico Culturale, Italia Suasana Centro Islamico Culturale, Italia (Altifani Rizky Hayyu/Istimewa)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Jakarta - Ramadhan di Italia adalah momen silaturahmi umat Islam dari berbagai bangsa. Semua berkumpul di Centro Islamico Culturale, Kota Alessandria.

Ramadhan tahun ini adalah Ramadan yang berkesan, karena tahun ini saya berkesempatan untuk berpuasa di Italia dari 1 Ramadan sampai 27 Ramadan. Sedangkan pada 28 Ramadan sampai Idul Fitri saya akan melaksanakannya di Polandia.

Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan kedua saya di luar negeri, tahun pertama di Polandia dan tahun ini di Italia. Begitu banyak hal menarik yang menjadi pembelajaran sendiri. Bertemu dengan sesama saudara muslim dari berbagai belahan dunia, mencicipi masakan ala Timur Tengah, salat tarawih dan witir berjamaah di masjid setempat hingga menghadiri acara buka puasa bersama komunitas muslim Indonesia telah dijalani.

Di Italia waktu puasa berkisar antara 16 jam di awal Ramadhan dan akan bertambah hingga 17 jam di akhir Ramadhan. Hal ini dikarenakan benua Eropa memiliki 4 musim sehingga setiap hari waktu ketika matahari terbenam berubah-ubah. Berbeda lagi dengan di negara lain di Eropa, misalnya di Polandia tahun ini puasa berlangsung antara 17 hingga 18 jam.

Ramadhan Segala Bangsa di Centro Islamico Culturale, ItaliaMakanan iftar di Italia (Altifani Rizky Hayyu/Istimewa)
Saat ini saya tinggal di Kota Alessandria, Italia dimana hanya saya sendiri orang Indonesia yang tinggal di sini. Ketika melakukan riset di sini, hanya saya yang berpuasa sehingga ketika ada makan siang di lingkungan laboratorium, hanya saya yang tidak ikutan. Begitu pula teman-teman asal Eropa di sini, kebanyakan mereka tertarik soal Ramadhan dan bertanya lebih dalam tentang berpuasa dan juga lebih banyak menanyakan apakah kamu tak apa-apa tidak minum dan makan dalam waktu yang sangat lama.

Sehingga ketika Bulan Ramadhan saya lebih suka ke Centro Islamico Culturale di Alessandria untuk bertemu dengan sesama saudara muslim dari berbagai negara seperti Maroko, Libya, Mesir, dan lain-lain yang tinggal di kota ini. Karena saya baru sampai di Italia awal Maret 2019, maka saya tak lancar berbahasa Italia, sedangkan mereka-mereka ini kebanyakan tak bisa berbahasa Inggris sehingga seringkali kami menggunakan bahasa tubuh untuk berbicara. Namun ada juga yang bisa berbahasa Inggris walaupun tak banyak sehingga kami bisa berkomunikasi.

Di Islamic Center Alessandria Italia setiap harinya diadakan buka puasa bersama dan salat tarawih dan witir. Ketika berbuka puasa, masjid menyediakan makanan khas Timur Tengah seperti roti, kue manis, kurma, dan pizza khas Timur Tengah. Ada juga sup kacang dan juga opor ayam dan gulai daging sapi. Untuk salat tarawih dan witir animo masyarakat sangat tinggi, terlebih di akhir pekan. Mereka membawa anggota keluarganya lengkap ke masjid dan menjalin silaturahmi di sana. Hal yang sangat indah dimana muslim dari seluruh dunia berkumpul bersama-sama.

Salat tarawih dan witir di sini sistemnya 11 rakaat dimana 5 x 2 rakaat untuk salat tarawih dan 3 rakaat untuk saalat witir. Waktu berbuka puasa di sini sekitar pukul 20.36 CEST pada awal Ramadan hingga pukul 21.06 CEST pada akhir Ramadhan. Sedangkan salat tarawih dan witir dimulai setelah salat Isya dan khutbah, sekitar 1,5 jam kemudian setelah waktu berbuka dan kegiatan tersebut berlangsung selama 1 jam. Sehingga saya seringkali pulang dari masjid sekitar pukul 23.40 CEST. Setelah itu saya tidur sebentar dan bangun sekitar pukul 3.00 CEST untuk sahur karena shubuh berlangsung antara pukul 04.33 CEST di awal Ramadhan dan 03.51 CEST di akhir Ramadhan.

Ramadhan Segala Bangsa di Centro Islamico Culturale, ItaliaDubes RI untuk Italia di acara bukber KMIM (Altifani Rizky Hayyu/Istimewa)
Karena kangen bertemu dengan orang Indonesia dan mencicipi masakan Indonesia, saya akhirnya mengikuti acara buka puasa bersama yang diadakan oleh Komunitas Muslim Indonesia - Milano (KMIM) Italia yang berlangsung pada tanggal 25 Mei 2019 di Kota Milan. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Dra RA Esti Andayani dan juga ulama dari Masjid Milan. Tak hanya dihadiri oleh ratusan orang Indonesia saja, namun acara ini juga dihadiri oleh orang Italia dan negara-negara Timur Tengah.

Mereka sangat antusias dan senang karena bisa berkesempatan mencicipi masakan Indonesia seperti mie bakso, rending, opor ayam, bika ambon, es cincau, sambal, dan lain-lain. Selain itu pengunjung bisa bersilaturahmi dengan sesama muslim di Milan dan sekitarnya. Tak hanya berbuka puasa namun dalam acara ini juga terdapat lomba mewarnai, penampilan qasidah, quiz, dan kajian yang dibawakan oleh Dr Ahmad Ikhwan, Lc, MA.

*) Altifani Rizky Hayyu adalah mahasiswi S2 Teknik Material di AGH University of Science and Technology Polandia, dan mahasiswi pertukaran pelajar di Politecnico di Torino Italia. Dia juga Kepala Divisi Humas PPI Polandia 2018-2019, Tim Editor PPI Dunia 2017-2018
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia).

***

Para pembaca detikcom, bila Anda juga mahasiswa Indonesia di luar negeri dan mempunyai cerita berkesan saat Ramadhan, silakan berbagi cerita Anda 300-1.000 kata ke email: ramadan@detik.com cc artika@ppidunia.org dengan subjek: Cerita PPI Dunia. Sertakan minimal 5 foto berukuran besar karya sendiri yang mendukung cerita dan data diri singkat, kuliah dan posisi di PPI.
(fay/fay)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed