MMI Desak SBY Tak Dengarkan Protes Australia Soal Ba'asyir

MMI Desak SBY Tak Dengarkan Protes Australia Soal Ba'asyir

- detikNews
Sabtu, 08 Okt 2005 08:11 WIB
Jakarta - MMI Desak SBY Tak Dengarkan Protes Australia Soal Ba'asyirSikap Australia yang meminta pemerintah tidak memberikan remisi kepada Abu Bakar Ba'asyir dikecam. Sebab, pernyataan tersebut mengindikasikan negeri kangguru itu telah melakukan intervensi terhadap pemerintah."Kalau tekanan itu diikuti sama saja pemerintah berada di bawah pengaruh Australia," kata Jubir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Fauzan Al Anshari ketika dihubungi detikcom, Sabtu (7/10/2005) pagi.Sebelumnya, Australia telah mengeluarkan protes terhadap kemungkinan Baasyir mendapatkan remisi pada hari raya Idul Fitri nanti. "Kami tentu saja telah mendaftarkan protes keras kami atas setiap remisi bagi Abu Bakar Ba'asyir," kata Menteri Kehakiman Australia Chris Ellison beberapa waktu lalu.Protes ini bukanlah yang pertama kali dilakukan Australia terhadap pemberian remisi kepada Ba'asyir. Pada 17 Agustus 2005, Australia juga sempat melakukan protes kepada pemerintah Indonesia. Ini disebabkan Ba'asyir mendapatkan remisi kemerdekaan RI selama 135 hari.Ba'asyir divonis 30 bulan penjara pada Maret lalu atas keterlibatannya dalam konspirasi kejahatan yang memicu terjadinya serangan bom Bali pada Oktober 2002 lalu. Bom Bali I itu menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.MMI meminta pemerintah tidak mendengarkan protes Australia mengenai remisi Ba'asyir. "Masalah remisi adalah masalah otonomi lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan bukan urusan pemerintah asing," tegasnya.Fauzan juga mengingatkan Presiden SBY harus bisa menunjukkan penegakan independensi hukum. Dan masalah pemberian remisi adalah hak dari setiap narapidana yang berkelakukan baik. "Australia tidak berhak mencampuri urusan pemberian remisi," tambahnya. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads