Aa Gym Seharusnya Perjuangkan Kompensasi Bukan Kenaikan BBM
Sabtu, 08 Okt 2005 06:10 WIB
Jakarta -
Kritik pedas terhadap iklan kenaikan harga BBM yang dibintangi da'i kondang Aa Gym terus bergulir. Pemilik nama Abdullah Gymnastiar itu seharusnya menjaga jarak terhadap pemerintah."Seharusnya Aa Gym berani menolak sehingga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintah," kata Ketua Teretorial III Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat, Samsani Sudrajat, saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/10/2005) pagi. KAMMI menyayangkan Aa Gym terlibat dalam pro kontra seputar kenaikan harga BBM. "Ulama sekaliber Aa seharusnya berdiri di tengah-tengah bukan memihak pada salah satu golongan apalagi pemerintah," tambahnya.Sekadar diketahui, Aa Gym menjadi salah satu bintang dalam iklan yang disponsori Departemen Kominfo. Dalam iklan tersebut, Aa mengatakan kenaikan harga BBM tidak bisa dielakkan karena meningkatnya harga minyak dunia.Jika memang ingin terlibat dalam masalah BBM, Samsani berpendapat Aa seharusnya memperjuangkan kompensasi BBM untuk rakyat miskin. "Sudah selayaknya ulama seperti Aa Gym itu menyuarakan kepentingan masyarakat yang belum mendapat kompensasi BBM. Jadi bintang iklan kompensasi saja daripada kenaikan BBM," tambahnya. Sebelumnya, protes senada juga dilontarkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta. Mereka menilai pernyataan Aa dalam iklan tersebut sudah menyesatkan masyarakat. Karena itu, HMI Jakarta menyomasi Aa Gym dan meminta iklan tersebut tidak lagi ditayangkan.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































