Kekurangan Darah Pascaoperasi, Nyawa Kasir Raja's Bar Melayang
Jumat, 07 Okt 2005 23:03 WIB
Denpasar -
Korban tewas akibat meledaknya bom di Bali pada 1 Oktober lalu bertambah. Meski sudah dirawat, nyawa Endri Kartika (19), yang bekerja sebagai kasir di Raja's Bar and Restaurant tetap tidak tertolong . Endri meninggal dunia usai menjalani operasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (7/10/2005) pukul 19.00 Wita.Gadis belia ini menderita luka di sekujur muka antara lain tulang rahang atas dan bawah patah, bibir hilang, dan mata terluka. Operasi yang dilakukan tim dokter ini merupakan kedua kalinya. Namun karena kekurangan darah golongan B+, Endri pun menghembuskan nafas terakhirnya.Jenazah putri dari pasangan Samiran dan Ruminah ini langsung dibawa ke tempat kelahiranya di kecamatan Ngelekok, Blitar, Jawa Timur, pukul 22.30 Wita. Peti jenazah diangkut dengan mobil ambulan melalui jalan darat menuju Blitar. Ayah Endri, Samiran, mengaku sempat memiliki firasat buruk mengenai putrinya. Ia bermimpi bangunan Raja's Bar Roboh. "Tapi inilah takdir," ujarnya lirih kepada wartawan saat hendak meninggalkan RSUP Sanglah.Ia mengaku tidak sempat berkomunikasi dengan anaknya selama dirawat di rumah sakit. "Kondisinya sudah kritis sekali. Dan tadinya saya berharap dia bisa bertahan," tambahnya. Hingga kini, total korban meninggal akibat Bom Bali II mencapai 23 orang. Rinciannya, 15 warga indonesia, 3 warga Australia, 1 warga Jepang, 1 orang belum teridentifikasi, dan 3 orang yang hanya berupa potongan kepala, yang diduga pelaku bom bunuh diri.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































