Dulmatin Sembunyi di Mindanao
Jumat, 07 Okt 2005 17:31 WIB
Jakarta - Militan asal Indonesia yang diduga mendalangi bom Bali tahun 2002, Dulmatin, diyakini masih bersembunyi di Mindanao, Filipina. Demikian diungkapkan juru bicara kelompok separatis Filipina, Moro Islamic Liberation Front (MILF), Eid Kabalu.Menurutnya, Dulmatin bersama-sama dengan pemimpin senior kelompok radikal Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani dan Umar Patek, yang diduga sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI). Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (7/10/2005).Kabalu mengatakan, Dulmatin, Patek dan Janjalani tengah bersama-sama di Mindanao tengah ketika militer Filipina melancarkan operasi untuk menangkap mereka pada Juli lalu. Saat itu ketiganya berhasil melarikan diri."Berdasarkan operasi kami, Dulmatin dan Patek ada di Mindanao, namun kami tidak tahu tempatnya karena mereka melarikan diri saat operasi terakhir," ujar Kabalu. Sejak MILF menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah Manila pada 2001 silam, kelompok tersebut telah membantu pemerintah melacak keberadaan para militan Abu Sayyaf.Sebelumnya pemerintah AS telah mengumumkan adanya hadiah uang sebesar US$ 10 juta untuk siapa saja yang bisa memberikan informasi yang akan membantu penangkapan Dulmatin.
(ita/)











































