4 Skenario Listrik Naik 2006
Jumat, 07 Okt 2005 17:21 WIB
Jakarta - Menyambut Tahun Baru 2006, siap-siap dengan tarif listrik baru. PLN sudah melakukan ancang-ancang untuk tarif dasar listrik (TDL) per 1 Januari 2006. Empat skenario kenaikan tarif diajukan ke DPR mulai dari kenaikan 23 persen sampai 59 persen.Dirut PLN Eddie Widiono menjelaskan empat skenario subsidi ini dalam rapat kerja tertutup antara Komisi VII DPR dan PLN di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Kenaikan TDL dengan empat skenario ini, jika salah satunya disetujui DPR akan berlaku mulai 1 Januari 2006. Dalam data PLN, skenario dasar (base) adalah besaran subsidi saat ini, yakni sebesar Rp 38,488 triliun apabila TDL tidak naik.Skenario pertama, pemberian subsidi menjadi Rp 25,510 triliun. Apabila TDL naik dari Rp 582/kwh menjadi 716/kwh atau setara dengan kenaikan 23 persen. Konsumen pemakai listrik kurang atau sama dengan 450 VA,I-3 dan I-4 tidak naik, sedangkan yang lain naik.Skenario kedua, dengan subsidi sebesar Rp 21,681 triliun. Apabila TDL naik dari 582/kwh menjadi Rp 753/kwh atau setara kenaikan 29 persen. Konsumen pemakai listrik kurang atau sama dengan 450 VA tidak naik, sedangkan golongan lain tarifnya naik selektif.Skenario ketiga, dengan subsidi sebesar Rp 12,980 triliun. Apabila TDL naik dari Rp 582/kwh menjadi Rp 836/kwh atau setara dengan kenaikan 39 persen. Konsumen pemakai listrik kurang atau sama dengan 450 VA tidak mengalami kenaikan tarif, sedangkan golongan lainnya naik sampai biaya pokok penyediaan (BPP).Skenario keempat, dengan subsidi nol, apabila TDL naik dari Rp 582/kwh menjadi Rp 970/kwh atau setara dengan kenaikan 59 persen.PLN menjelaskan, pihaknya akan mengalami kerugian Rp 34,558 triliun apabila membeli high steed diesel (solar) sebesar Rp 6.000 per liter, karena PLN sudah harus membeli BBM industri dengan harga pasar.
(ir/)











































