Bom Bali II
Jangan Tuding Intel Australia!
Jumat, 07 Okt 2005 17:14 WIB
Jakarta - Berbagai spekulasi muncul terkait bom Bali II. Ada yang menuding pelakunya kelompok Azahari, tapi ada yang mencurigai intelijen Australia. Tapi, untuk tudingan terhadap intelijen Australia, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla punya pesan khusus. Kalla meminta masyarakat tidak berspekulasi terlalu jauh dengan menuduh intelijen Australia sebagai dalang serangan Bom Bali II, sehubungan dengan terungkapnya aksi bom bunuh diri itu melalui rekaman video salah seorang warga negara tersebut."Kita berpikir baiklah. Itu justru hal kebetulan tapi bermanfaat. Jangan kita curiga dulu. Saya tidak yakin sama sekali itu ada agen asing yang bermain," kata Kalla dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Sebelumnya diberitakan, Garry Shaw, warga Australia tidak sengaja merekam pelaku bom Bali II di Restoran Raja's, Kuta Square. Saat itu, dia merekam action anggota keluarga dan temannya. Namun, secara tidak sengaja, pelaku bom yang menggunakan tas punggung itu lewat di depan kameranya. Setelah ledakan, Garry terluka akibat bom tersebut. Namun, lukanya tidak parah. Setelah dirawat di RS di Bali, empat hari lalu, Garry telah kembali ke Australia. Hasil rekamannya kini digunakan referensi bagi polisi untuk melakukan penyelidikan. Hasil rekamannya juga sering ditayangkan di sejumlah televisi.
(asy/)











































