Wapres Heran dengan Pelaku Bom Bunuh Diri
Jumat, 07 Okt 2005 16:59 WIB
Jakarta - Mengapa ada bom bunuh diri di Indonesia? Apa yang melatarbelakangi mereka? Inilah yang masih membuat bingung Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Kok bisa-bisanya ada bom bunuh diri di Indonesia. Wapres mengaku heran sekaligus prihatin melihat makin kerapnya aksi terorisme dengan modus serangan berupa bom bunuh diri di tanah air selama tiga tahun terakhir yang memakan ratusan korban jiwa. Aparat keamanan mencatat sudah sembilan orang yang nekat melakukan aksi mematikan tersebut. Yakni serangan Bom Bali I, Bom Marriot, Kedubes Australia masing-masing dua orang, dan tiga orang dalam Bom Bali II."Kalau terjadi di Irak dan Afghanistan, banyak pikiran yang mungkin memahami bahwa itu melawan kekuatan agresi dari luar. Ada lawan. Tapi di Indonesia sama sekali tidak bisa dipahami. Mengapa mereka mengebom sesama anak bangsa yang tidak punya dosa!" kata Wapres dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Berdasar pengalaman internasional, bom bunuh diri merupakan salah satu serangan terorisme mematikan yang paling sulit diprediksi. Termasuk oleh negara maju dengan peralatan keamanan canggih seperti Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan Spanyol.Namun demikian, menurut Wapres, pemerintah bertekad untuk mengungkapkan ide besar yang ada di balik semua serangan bom bunuh diri. Ajaran atau aliran apakah yang bisa sedemikian dahsyat meracuni pikiran pelakunya. Siapa yang menjadi dalang pemikiran demikian. Tidak hanya melalui pendekatan kepolisian, tapi agama dan sosial. Ia berharap semua lapisan masyarakat terlibat di dalamnya. "Bom bunuh diri susah menangkalnya. Hanya ajaran agama yang bisa. Karena itu tokoh agama, media dan kita semua harus kita sebar luaskan bahwa paham-paham itu tidak sesuai dengan agama yang kita anut," imbuhnya.
(asy/)











































