Rapor Merah Pemerintah Versi LSI Tak Dipedulikan JK
Jumat, 07 Okt 2005 16:52 WIB
Jakarta - Diberi rapor merah oleh Lembaga Survei Indonesia, Wapres Jusuf Kalla (JK) tidak peduli. Dia berargumen, kinerja pemerintah tidak terpengaruh dengan hasil pengumpulan pendapat beberapa lembaga survei yang melaporkan makin anjloknya kepercayaan rakyat pada pemerintahan SBY-JK."Pemerintah tidak berjalan dengan hanya satu polling terhadap 1.300 orang. Kita tidak terpengaruh. Kita bekerja berdasarkan program rencana yang diinginkan pemerintah berjalan baik," kata JK dalam jumpa pers di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Seperti diberitakan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil risetnya menyambut setahun pemerintahan SBY-JK. Hasil riset LSI menyebutkan, kinerja pemerintahan SBY-JK lebih buruk ketimbang kinerja masa Megawati. Tingkat kepuasan publik pun mencapai titik terendah.JK mengaku memahami kekecewaan masyarakat terhadap keputusan untuk menaikkan harga eceran BBM hingga lebih 100% per 1 Oktober lalu. Apa pun penilaian mengenai keadaan bangsa yang dihubungkan dengan kinerja pemerintah, dia akan menerima apa adanya.Tapi diingatkannya, agar kekecewaan tersebut jangan dianggap sebagai kegagalan tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Situasi sulit akibat melonjaknya harga minyak dunia juga menyerang negara-negara lainnya. Tidak ada satu pun pemerintah di dunia ini yang bisa menjaga stabilitas keuangan negaranya bila dihadapkan pada situasi rumit demikian."Itu (naiknya harga minyak dunia) masalah eksternal. Tidak ada relevansi langsung dengan kinerja perorangan dari tim ekonomi. Sehebat apa pun dia, kalau harga minyak dekati US$70 per barel, kita harus sesuaikan harga,"tandasnya.Sementara mengenai evaluasi dan rencana reshuffle kabinet menjelang satu tahun pertama pemerintahan, JK menjawab," Sekarang ini kan belum setahun, kurang 2-3 minggu lagi. Nanti lah baru jelas langkah-langkah yang akan diambil Presiden".
(nrl/)











































