Polri: Kepentingan AS Terhadap Dulmatin Harus Didalami

Polri: Kepentingan AS Terhadap Dulmatin Harus Didalami

- detikNews
Jumat, 07 Okt 2005 16:42 WIB
Jakarta - Dulmatin dihargai jutaan dolar oleh Amerika Serikat (AS). Mengapa AS menawarkan hadiah sebesar itu bagi penangkap Dulmatin? Mabes Polri berpendapat, kepentingan AS terhadap Dulmatin harus didalami terlebih dulu. "Kita harus mendalami lebih jauh kepentingan AS itu apa?" komentar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Aryanto Boedhihardjo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (7/10/2005).Tawaran hadiah bagi penangkap Dulmatin diumumkan Juru bicara Menteri Luar Negri AS, Sean McCormack seperti dilansir Reuters, Kamis (6/10/2005) kemarin. Dulmatin merupakan buron teroris nomor 3 AS. Buron pertama yakni pimpinan Al Qaeda, Usamah bin Laden. Sedangkan kedua, pemimpin perlawanan Irak, Abu Musab Al Zarqawi.Bagi para pemberi informasi yang mengarah pada penangkapan ketiga orang itu dijanjikan mendapat hadiah US$ 10 juta. Dulmatin disebut McCommack sebagai spesialis elektronik yang menjalani pelatihan di kamp-kamp Al-Qaeda dan tokoh senior dalam jaringan Jemaah Islamiyah.Mabes Polri tidak tahu mengapa AS lebih memburu Dulmatin dibanding Dr Azahari dan Noordin M Top. Bagi Mabes Polri, Dulmatin sama pentingnya dengan Dr Azahari dan Noordin M Top. Ketiga orang itu diduga sebagai otak perancang ledakan bom Bali, Oktober 2002 lalu yang menewaskan 202 orang. "Penilaian negara lain tentang pentingnya Dulmatin saya tak terlalu memonitor. Tapi bagi Polri yang penting kaitannya bahwa dia sebagai salah satu pelaku bom Bali I," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Makbul Padmanegara. Mabes Polri hingga kini belum bisa memastikan apakah Dulmatin terlibat dalam bom Bali II. Informasi terakhir Mabes Polri menyebutkan, Dulmatin berada di Filipina. "Yang bersangkutan itu keberadaannya di Filipina ya dia menjadi DPO-nya polisi Filipina," kata Makbul. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads