Polri: Mungkin Pelaku Bom Bali II Bukan Jaringan Azahari
Jumat, 07 Okt 2005 16:45 WIB
Jakarta -
Kelompok Azahari dan Noordin Moh Top paling banyak dituding berada di belakang pelaku bom Bali II. Namun, Polri memberikan kemungkinan lain. Diduga, pelaku bom Bali II ini tidak satu jaringan dengan Azahari. Dugaan Polri ini, karena pelaku bom Bali II menggunakan modus baru dalam melakukan pengeboman, yaitu menggunakan bom ransel. Sementara selama ini, jaringan Azahari dan Noordin selalu menggunakan bom mobil. "Bisa saja kelompok baru, karena menggunakan bom ransel," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo dalam jumpa pers di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2005). Selama ini, kata Aryanto, polisi belum menemukan bahwa kelompok Azahari dan Noordin melancarkan aksi bejatnya dengan bom ransel. "Tapi, nanti kita lihat hasil pemeriksaan-lah," kata Aryanto. Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto menyatakan, Polri akan memperjelas ciri-ciri khusus dari tiga orang yang diduga pelaku bom bunuh diri di Bali. Sebab, ciri-ciri yang terungkap dan disebarluaskan ke publik kurang lengkap. "Salah satu pelakunya punya ciri khusus, giginya teratur. Di foto kan tidak tampak. Jadi, nanti akan ditambahkan dengan foto yang memperlihatkan ciri-ciri khusus dari 3 orang itu," kata Kapolri di Mabes Polri setelah bertemu Menristek Kusmayanto Kadiman.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































