Menko Polhukam yang juga mantan Panglima ABRI, Wiranto, memimpin para purnawirawan tersebut saat bertemu dengan Jokowi. Setidaknya ada 7 orang purnawirawan yang memasuki kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk bertemu dengan Jokowi. Mereka tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang.
Para purnawirawan yang hadir di antaranya Wijoyo Suyono, Wismoyo Arismunandar, Djoko Suyanto, dan Sintong Pandjaitan. Dalam pertemuan tersebut, Wiranto mengatakan bahwa ada juga pembicaraan terkait para purnawirawan yang ditangkap dan diduga hendak melakukan makar pada 22 Mei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wiranto, penegakan hukum terhadap purnawirawan tersebut merupakan suatu konsistensi. Karena itu, kata Wiranto, dia tak mau ada spekulasi negatif yang berkembang di masyarakat terkait penangkapan tersebut.
"Jangan sampai nanti masyarakat berspekulasi, banyak pendapat sana-sini, tapi permasalahan utamanya tidak paham. Maka kita ingin supaya kita tunggu saja proses hukum supaya konstruksi hukumnya lengkap, dari situ baru kelihatan siapa yang salah siapa yang tidak," kata mantan Panglima ABRI ini.
"Kalaupun salah ada proses keadilan, dari sana bisa dibuktikan salahnya apa. Sanksinya apa, semua berjalan sesuai rel hukum. Jangan sampai ada spekulasi, ada pendapat yang justru tidak berdasarkan fakta hukum yang ada," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan para purnawirawan yang hadir memberikan masukan dan penguatan kepada kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden RI. Masukan tersebut, semata-mata untuk mendorong pemerintah agar bisa menjadi lebih baik.
"Masukannya dari beberapa tokoh senior tadi. Yang pertama ada penguatan kepada kepemimpinan Bapak Presiden, memberikan dukungan penuh agar nanti dalam melanjutkan kepemimpinannya, Presiden akan menghasilkan suatu yang bagus lagi kepada bangsa dan negara. Itu salah satu dari Pak Rais Abin tadi," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/5/2019).
Dalam pertemuan itu, juga disinggung soal adanya beberapa purnawirawan yang ditangkap terkait dugaan makar. Moeldoko mengatakan salah seorang purnawirawan memberikan masukan kepada Jokowi untuk mempertimbangkan faktor psikologis terkait penanganan situasi tersebut.
"Ada masukan dari Pak Kiki, supaya mempertimbangkan faktor psikologi, dan Pak Presiden sangat sensitif dengan hal itu. Tapi sekali lagi, semuanya itu, biarkan proses hukum berjalan dengan baik, nanti akan terlihat dengan jelas," katanya.
"(Psikologi) semua lah. Psikologi purnawirawan, TNI, psikologi Polri, masyarakat," sambung Moeldoko.
Negoisasi Politik di Balik Pertemuan
Melihat pertemuan Jokowi dengan para purnawirawan tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai ada upaya Jokowi untuk menciptakan kesepahaman. Pasalnya, selama ini ada sejumlah purnawirawan yang berseberangan dengan pemerintah.
"Kalau saya melihat, kan ada perbedaan pendapat dengan para purnawirawan. Pertemuan ini saya kira dimaksudkan untuk menjalin kesepahaman bersama. Agar perbedaan pendapat itu bisa disepahamkan. Agar lebih cair," kata Ujang, saat dihubungi detikcom, Jumat (31/5/2019).
"Tentu ini kaitannya erat pasca rusuh 2019," imbuhnya.
Selain itu, Ujang menggambarkan pertemuan antara Jokowi dengan para purnawirawan ini ujungnya juga terkait kompromi politik. Sebab, menurut dia, jika terus ada gangguan keamanan, pemerintahan Jokowi tak bakal efektif.
"Kalau ibarat perang, ini merupakan bagian untuk merangkul pihak lawan. Tentu satu terkait negoisasi politik, ini juga untuk menggembosi lawan politik. Ujungnya kompromi politik. Karena tidak mungkin menjalankan pemerintahan, kalau masih ada gangguan-gangguan keamanan," katanya.
Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa selama ini memang ada kesan soal beberapa purnawirawan yang dikesampingkan oleh Jokowi. Sedangkan purnawariwan yang punya posisi hanya nama-nama besar seperti Wiranto, Moeldoko dan Agum Gumelar. Oleh karena itu, dia menilai pertemuan ini juga upaya untuk menepis kesan negatif tersebut.
Tonton video Jokowi Bersyukur Pemerintah Kembali Mendapat Predikat WTP:
Halaman 2 dari 3











































