Silau Lihat Perhiasan Emas, Tini Penggal Leher Ningrum
Jumat, 07 Okt 2005 16:23 WIB
Jakarta -
Jangan ingin punya macam-macam kalau tidak punya uang. Salah-salah bisa seperti Tini. Ia tidak segan-segan memenggal kepala Ningrum agar bisa menguasai perhiasannya. Duh!Tragedi memilukan ini terjadi pada pukul 11.00 WIB, Kamis (6/10/2005). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Jumat (7/10/2005), meski lain RT, Ningrum dan Tini tinggal di wilayah yang sama.Keduanya tinggal di Kampung Kelor, Desa Kampung Kelor, Sepatan, Tangerang. Kalau Ningrum tinggal di RT 002/RW 002, maka Tini tinggal di RT 004/RW 002.Nasib apes yang dialami Ningrum (20) berawal saat ia berniat menjual perhiasan emas miliknya ke Tini (26). Sayangnya Tini yang silau saat melihat perhiasan itu tidak mampu menahan diri. Karena tidak punya uang, ia berubah kalap. Entah setan mana yang tengah merasukinya, tiba-tiba saja ia memukul dan membacok Ningrum hingga tewas di TKP. Saat itu di TKP tidak ada siapa-siapa selain dia dan korbannya.Untuk menghilangkan jejak, ia lalu memenggal kepala korban dan memasukkannya ke kaleng bekas cat. Sedangkan badan korban dimasukkan ke dalam sebuah kotak. "Kedua potongan itu disembunyikan di dapur dekat kompor," ungkap Ketut.Namun Tini tidak bisa berlama-lama menyembunyikan aksi gilanya. Kasusnya terungkap tidak lama kemudian setelah suaminya, Iwan (30), mencurigai tingkah lakunya. Saat tiba di rumah, Iwan curiga melihat istrinya yang terus menerus menangis. Ketika ditanya, istrinya hanya diam dan menangis. Akhirnya Iwan berinisiatif membawa Tini ke Mapolsek Sepatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara belum ditemukan unsur pembunuhan secara berencana. "Tindakan tersebut spontan dengan maksud menguasai perhiasan korban. Tindakan mutilasi dilakukan karena pelaku panik dan takut perbuatannya diketahui orang lain," ungkap Ketut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini kasus mutilasi tersebut dilimpahkan ke Polres Kabupaten Tangerang.
(umi/)










































