detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 16:36 WIB

Jawa Mulai Masuki Kemarau, BMKG Imbau Pemudik Atur Waktu Istirahat

Isal Mawardi - detikNews
Jawa Mulai Masuki Kemarau, BMKG Imbau Pemudik Atur Waktu Istirahat Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - BMKG mengatakan Pulau Jawa mulai memasuki musim kemarau dengan suhu udara diperkirakan 32-35 derajat Celsius. BMKG pun punya imbauan tersendiri bagi para pemudik, khususnya yang menggunakan jalur darat di Jawa.

"Wilayah Jawa baru awal kemarau. Jadi awal kemarau potensi hujannya sudah mengalami pengurangan. Suhu udaranya masih kategori normal, di Jawa relatif antara 32- 35 derajat Celsius," ujar Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, di gedung BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (31/5/2019).



Hary mengatakan para pemudik harus mengatur waktu untuk beristirahat, terutama jika melakukan perjalanan di siang hari. Sedangkan bagi pemudik yang berangkat pada malam hari, BMKG juga mengimbau agar tetap berhati-hati.

"Yang perlu diantisipasi bagi masyarakat yg melakukan perjalanan di darat. Bawa mobil sendiri, baik roda empat atau roda dua, yaitu satu, kalau kondisi cuaca terik, maka harus safety riding. Safety riding tadi kan kalau motor 2 jam sekali istirahat, kalau mobil empat jam sekali," ujar Hary.



Meski potensi hujan berkurang, ada beberapa titik di Pulau Jawa yang diprediksi masih bakal diguyur hujan saat masa mudik, seperti di Jawa Barat. Dia juga menyebut angin kencang dan ombak tinggi diprediksi tak terjadi di Jawa selama arus mudik.

"Pantura relatif aman nggak ada masalah. Pantai utara itu ketinggiannya 0,5-1,5 meter. Rata-rata seperti itu (siang dan malam). Biasanya tinggi gelombang lebih di siang. Kecuali di jalur transportasi itu ada hujan, maka ada kenaikan ketinggian gelombang," ujar Hary.

Sementara itu, Pulau Sumatera dan Kalimantan disebut berpotensi hujan. Pemudik di wilayah itu pun diminta waspada.

"Wilayah Sumatera, hampir basah di periode akhir Mei. Awal Juni diindikasikan potensi itu tetap basah. Selain Sumatera, ada di wilayah Kalimantan relatif di Kalbar, Kalteng, dan Kaltim dan (Kalimantan) Utara bagian barat," ujar Hary.

"Periode satu minggu ke depan, terdapat spot-spot yang perlu menjadi kewaspadaan, terutama di sekitar Sumatera bagian utara, lalu Sulawesi Tengah termasuk Kalimantan," sambungnya.

Bagaimana pengalaman mudik Anda tahun 2019 ini? Ceritakan pengalaman dan foto Anda dengan mengirim e-mail ke redaksi@detik.com. Pengalaman Anda bisa jadi berguna bagi pembaca detikcom lainnya. Jangan lupa sertakan nomor seluler Anda agar bisa kami hubungi!


Simak Juga 'Yuk Kenali Masalah Kesehatan Selama Mudik Lebaran!':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed