Organda Minta Pemudik Lapor Calo Tiket Bus di Aceh

Organda Minta Pemudik Lapor Calo Tiket Bus di Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 31 Mei 2019 16:28 WIB
Dok.detikcom/Ilustrasi/Foto: Lamhot Aritonang
Dok.detikcom/Ilustrasi/Foto: Lamhot Aritonang
Banda Aceh - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh menetapkan harga tiket bus yang mengangkut para pemudik. Penumpang diminta melapor jika ada calo yang menawari tiket.

"Sudah kita ingatkan kepada seluruh pengusaha bahwa tidak ada calo. Jadi semua langsung dilayani oleh loket-loket," kata Sekretaris Organda Aceh Ermansyah, Jumat (31/5/2019).

Organda, sebutnya, membuka pos pelayanan di terminal di seluruh Aceh. Selain soal calo tiket, pemudik juga dapat membuat laporam terkait pelayanan yang diberikan awak bus.




"Kalau memang ada ditemukan oleh masyarakat calo-calo silakan lapor ke perusahaan atau langsung ke Organda," jelasnya.

Menurut Ermasyah, pihaknya dan perusahaan angkutan sudah menetapkan harga tiket bus dari Banda Aceh ke Medan, Sumatera Utara. Tarif itu sesuai dengan pelayanan yang didapat pemudik selama di perjalanan.

"Selama Idul Fitri tidak ada kenaikan ongkos selain yang sudah disepakati. Kita ada batas bawah dan batas atas itu ringnya 30 persen. Jadi tidak boleh lebih 30 persen kenaikannya," jelas Ermansyah.

Ermansyah menyebut, kisaran tiket bus ke Medan yaitu Rp 120 ribu hingga Rp 180 ribu untuk jenis bus single high decker (satu lantai). Sementara yang double decker (dua lantai) harganya lebih tinggi.

"Harga ini tergantung pelayanan, walaupun jenis bus sama tapi ada yang beda pelayanan maka harga tiketnya berbeda," bebernya.

Seperti diketahui, peningkatan pemudik dengan menggunakan bus mulai terjadi di Terminal Banda Aceh, Aceh. Puncak arus mudik dengan bus diprediksi terjadi pada H-3 dan H-4 lebaran.

"Untuk arus mudik beberapa hari ini memang belum terlalu signifikan rata-rata dua persen kenaikan. Jadi diperkirakan puncaknya pada H-3 dan H-4 lebaran," kata Korsatpel Terminal Tipe A Banda Aceh Heriyanto saat ditemui, Kamis (30/5).

Para pemudik disebut kebanyakan mengarah ke Bireuen dan Lhokseumawe. Sementara, pada puncak arus mudik nantinya diperkirakan bakal didominasi warga yang menuju ke Medan, Sumatera Utara.

"Dari awal kita sudah persiapkan 3.000 lebih bus. Tapi ada armada kita yang dipakai dari arah Medan-Jakarta. Kebetulan kita dibantu bus pariwisata jadi tidak ada penumpukan penumpang," ujar Heriyanto. (agse/fdn)